Minggu 05 09 2010
 
Suparman: Ketua DPD Golkar Rohul
Terdidik Mandiri Sejak Kecil


Selasa, 23 Maret 2010 - 10:30:09 WIB
Tegas, disiplin, jujur dan berani. Itu lah yang tergambar dari sosok seorang Suparman S.Sos, M.Si. Ia adalah wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, dari Fraksi Partai Golkar.

Periode 2009-2014 ini merupakan kali kedua ia menjabat. Periode sebelumnya untuk masa bakti 2004-2009 dan berhasil ia lalui dengan amanah.

Suparman berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Untuk periode kali kedua, Suparman juga diamanahkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hulu.

Ia juga masih menjabat Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, sebuah organisasi yang membawahi semua Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Riau. Maka tak heran di kalangan pemuda namanya cukup dikenal sampai di tingkat nasional.

Siapa sebenarnya Suparman? Ia adalah anak sulung dari tujuh bersaudara. Suparman terlahir dari pasangan H Pakso- Hj Sutinah. Pakso adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Mantri yang kala itu bertugas di Desa Koto Lamo, Kecamatam Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

Ketika ia masih aktif bertugas, Desa Koto Lamo masih tergabung bersama Kabupaten Kampar. Kemudian terjadi pemekaran dan Koto Lamo tergabung dengan Kabupaten Rokan Hulu.

Di Desa Koto Lamo ini lah Suparman dilahirkan, tertanggal 5 Juni 1969 silam. Di desa ini juga Suparman menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga tamat sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Koto Lamo.

Suparman yang memiliki panggilan kecil Iman ini, memiliki enam orang adik, masing-masing Syafrizal, Supriadi, Suhendri, Sumarni, Sugesti dan Sumartini.

Mandiri Sejak Kecil
Tegas, disiplin, jujur dan berani yang kini tertanam kokoh pada diri Suparman, tidak terbangun begitu saja, tapi melalui proses panjang. Sebab sedari kecil ia sudah terdidik mandiri .

Ketika baru akan naik tingkat Kelas VI SD, Ibunya, Hj Sutinah pindah ke Pekanbaru. Namun Suparman tidak turut pindah. Ia memilih ingin menyelesaikan sekolah dasarnya di desa tersebut.

Bapaknya, H Pakso yang bertugas sebagai mantri, juga turut bertahan di desa tersebut menjalankan tugas hari-harinya memberi kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sejak itu kemandirian Suparman mulai dibangun. Suparman kecil sudah harus mengurus pakainnya sendiri, termasuk pakain sekolah dan makan. Sebab Ibunya sudah pindah ke Pekanbaru. Maka tak heran Suparman dikenal jago masak.

Sepulang sekolah Suparman juga sudah harus mengembala kambing dan berkebun. Sebab Suparman memang sosok pekerja keras. Sesekali ia juga turut mendampingi Bapaknya keliling desa mendatangi sejumlah warga yang membutuhkan perawatan kesehatan.

Usai menamatkan sekolah dasar, baru Suparman turut pindah ke Pekanbaru menyusul Ibunya. Kemudian Suparman melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 09, Jalan Dahlia, Pekanbaru.

Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan di SMAN 03 Pekanbaru. Sementara Strata Satu-nya diselesaikan di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR).

Tak cukup sampai disitu, Suparman juga sudah menyelesaikan pendidikan Strata Dua (S2)-nya yang bergelar M.Si, di Universitas Riau (UR).

Energi Melimpah
Seorang tokoh Riau sekaligus budayawan Riau asal Rokan Hulu, Al Azhar mengakui Suparman memiliki energy melimpah. Terbukti di umurnya yang masih relatife muda, ia sudah berhasil merebut posisi Ketua DPD II Golkar Kabupaten Rokan Hulu.

Kemudian berhasil merebut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau. Sewaktu terpilih menjadi anggota DPRD Riau pada tahun 2004 lalu sampai sekarang, Al Azhar mengaku tahu bahwa dia berupaya keras memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Jauh sebelum menjadi wakil rakyat, Suparman sudah memiliki pondasi-pondasi ekonomi kehidupan yang mampu membawa hari tuanya kelak tenang.

Kebun sawit ratusan hektare sudah ia rintis sejak ia masih muda dan masih jauh dari hiruk pikuk politik. Belum lagi ratusan ekor kerbau yang ia miliki dan tersebar di beberapa titik di Riau.

Kini jerik payahnya tersebut sudah menjadi mesin uang bagi Suparman. Maka tak heran Suparman cukup vocal sebagai wakil rakyat. Sebab ia bukan pemain proyek dan sejenisnya, tapi ia adalah seorang pebisnis yang sudah ia tanam sejak masih muda.

Berwiraswasta sudah dijalaninya sejak tahun 1996 silam. Bahkan pasca menamatkan bangku kuliahnya di Fisipol Unri, bersama rekan-rekannya ia mendirikan organisasi social kemasyarakatan yang bertujuan mencari peluang kerja dan usaha bagi rekan-rekan seperjuangannya.

Berkat kepiawaiannya memimpin, organisasi social kemasyarakatan yang dinakhodainya maju dan berkembang. Banyak teman-temannya terbantu mendapat pekerjaan dan menata kehidupan keluarga. (wrc2)

 
 
 
 
 
 
 
1