Fahri:
SBY Curhat Kriminalisasi, Fahri: Jokowi Harus Turun Tangan


Jumat, 05 Januari 2018 - 22:20:18 WIB

Wartariau.com JAKARTA - Keluhan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan tanda bahwa penegakan hukum Indonesia tengah bermasalah.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/1).

"Kalau seorang mantan Presiden seperti Pak SBY saja ada perasaan tidak secure dengan hukum, itu artinya ada satu kondisi yang bisa kita sebut seperti anomali. Bahwa hukum itu kayak keliatan enggak pasti gitu ya," jelasnya.

Buruknya penegakan hukum di Indonesia, lanjut Fahri, tidak jauh dari seringnya kejadian kriminalisasi terhadap orang-orang yang bersaing dalam kontes politik.

"Soal gubernur dikriminalisasi diganti wakilnya, bupati dikriminalisasi diganti wakilnya. Kemudian dalam masa pilkada begini kan kandidat tertentu diancam harus mau berpasangan dengan si ini kalau enggak dia dikriminalisasi," paparnya.

Fahri meminta Presiden Joko Widodo untuk tegas dan turun langsung membenahi penegakan hukum sebagai bentuk keseriusan menegakkan keadilan.

"Pak Jokowi memang harus turun tangan menjelaskan kepada publik karena ini terkait kinerja dia," tegasnya. [RMOL]