Plt Gubri Arsad Juliandi Rahman Terima DIPA 2016 di Istana Negara


Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menerima Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) Provinsi Riau 2016, Penyerahan DIPA langsung diserahkan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (14/12/2015).



Plt Gubri Arsad Juliandi Rahman Terima DIPA 2016 di Istana Negara

Rabu, 16 Desember 2015 | 22:08
wartariau.com, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menerima Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) Provinsi Riau 2016, Penyerahan DIPA langsung diserahkan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (14/12/2015).

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Darusman. "Pak Plt Gubernur menerima DIPA 2016 dari presiden di Istana Negara," ujarnya.

Pada penerimaan DIPA kali ini, total dana yang diterima Provinsi Riau termasuk kabupaten/kota, yakni sebesar Rp21,543,427 triliun. Penerimaan tersebut mengalami penurunan Rp4,094,278 triliun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp25 triliun lebih.

Dari total tersebut, rincian penerimaan DIPA yang peroleh, yakni untuk Pemprov Riau, yakni untuk Dana Bagi Hasil (DBH) pajak Rp877,343 miliar, untuk DBH Sumber Daya Alam (SDA) Rp1,017,991 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp733,745 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp258,186 miliar, kemudian untuk DAK non fisik Rp1,198,093 triliun, dengan total jumlah Rp4,094,278 trilun.

"Penurunan itu terjadi karena adanya asumsi APBN atas harga minyak dunia yang saat ini terjadi," kata Plt Sekdaprov Riau M Yafiz.

Dipaparkannya, asumsi penurunan yang mencapai angka Rp4 triliun lebih tersebut dikarenakan anjloknya harga minyak dunia dari US 151 Dolar sebelumnya menjadi US 40 Dolar perbarel perday. "Makanya, asumsi APBN atas DBH SDA juga turun," jelas Yafiz.

Selain itu data DIPA untuk Kabupaten Bengkalis DBH Pajak Rp1,192,605 triliun, DBH SDA Rp1,071,571 triliun, DAK fisik Rp99,970 miliar, DAK non fisik Rp204,966 miliar, Dana Desa Rp85,635 miliar, dengan jumlah Rp2,654,747 triliun.

Kemudian untuk Kabupaten Inhil DBH pajak Rp59,610 miliar, DBH SDA Rp196,374 miliar, DAU Rp898,405 miliar, DAK fisik Rp242,53 miliar, DAK non fisik Rp192,277 miliar, Dana Desa Rp123,119 miliar, dengan jumlah Rp1,712,320 triliun.

Inhu DBH pajak Rp115,439 miliar, DBH SDA Rp201,143 miliar, DAU Rp629,877 miliar, DAK fisik Rp124,154 miliar, DAK non fisik Rp128,231 miliar, Dana Desa Rp108,845 miliar, dengan jumlah Rp1,308,049 triliun.

Sementara Kampar DBH pajak Rp242,856 miliar, DBH SDA Rp410,769 miliar, DAU Rp721,682 miliar, DAK fisik Rp184,024 miliar, DAK non fisik Rp254,098 miliar, Dana Desa Rp151,160 miliar, dengan jumlah Rp1,964,589 triliun.

Untuk Kuansing DBH pajak Rp42,008 miliar, DBH SDA Rp189,251 miliar, DAU Rp600,565 miliar, DAK fisik Rp76,206 miliar, DAK non fisik Rp159,351 miliar, Dana Desa Rp130,622 miliar, dengan jumlah Rp1,203,103 triliun.

Kemudian Pelalawan DBH pajak Rp156,904 miliar, DBH SDA Rp237,588 miliar, DAU Rp596,801, 11,207 miliar, DAK fisik Rp92,681 miliar, DAK non fisik Rp66,400 miliar, dengan jumlah Rp1,266,582 triliun.



Rokan Hilir DBH pajak Rp206,095 miliar, DBH SDA Rp508,833 miliar, DAU Rp347,000 miliar Rp176,775 miliar, DAK fisik Rp126,262 miliar, DAK non fisik Rp102,917 miliar, dengan jumlah Rp1,521,881 triliun.

Rokan Hulu DBH pajak Rp86,527 miliar, DBH SDA Rp191,058 miliar, DAU Rp641,115 miliar, DAK fisik Rp106,328 miliar, DAK non fisik Rp126,171 miliar, Dana Desa Rp88,205 miliar, dengan jumlah Rp1,240,950 triliun.

Siak DBH pajak Rp439,787 miliar, DBH SDA Rp511,615 miliar, DAU Rp248,935 miliar, DAK fisik Rp122,416 miliar, DAK non fisik Rp117,133 miliar, Dana Desa RpRp77,109 miliar, dengan jumlah Rp1,521,996 triliun.

Dumai DBH pajak Rp52,732 miliar, DBH SDA Rp188,476 miliar, DAU Rp406,177 miliar, DAK fisik Rp67,654 miliar, DAK non fisik Rp71,809 miliar, dengan jumlah Rp786,787 miliar.

Pekanbaru DBH pajak Rp134,583 miliar, DBH SDA Rp185,132 miliar, DAU Rp789,341 miliar, DAK fisik Rp85,454 miliar, DAK non fisik Rp123,797 miliar, dengan jumlah Rp1,318,306 triliun.

Kepulauan Meranti DBH pajak Rp70,106 miliar, DBH SDA Rp227,287 miliar, DAU Rp 371,690 miliar, DAK fisik Rp154,078 miliar, DAK non fisik Rp56,411 miliar, Dana Desa Rp65,267 miliar, dengan jumlah Rp949,839 miliar.

Jika dikalkulasikan jumlah keseluruhan DBH Pajak yang diterima pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, yakni sebesar Rp3,730,595 triliun, Sementara untuk DBH SDA Rp5,137,007 triliun.

Selain itu, untuk DAU Rp6,989,373 triliun, DAK fisik Rp1,805,347 triliun, DAK non fisik Rp2,851,826 triliun, Dana Desa Rp999,979 miliar, Jumlah keseluruhan dari berbagai sektor tersebut, yakni Rp21,543,427 triliun.

Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Menyerahkan Cindera mata, pada Senin (14/12/2015).

Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada acara Penerimaan Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) Provinsi Riau 2016, Bersalaman dengan Luhut Binsar Panjaitan di Istana Negara, Senin (14/12/2015).


Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Bersanm Ketua Tim pengerak PPK provinsi Riau Melepaskan burung merpati ke Udara.

     

Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada acara Penerimaan Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) Provinsi Riau 2016, Bersalaman dengan Menpan Yudi Keris nandi di Istana Negara, Senin (14/12/2015).

Ketua Tim pengerak PPK provinsi Riau Ny. Sisilia Arsad Juliandi Rahman Meyerahkan Teropi penghargaan.

Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman poto Bersama dengan mahasiswa Riau di Jakarta ,pada  Senin (14/12/2015).