Buat Peraturan Pelestarian Budaya Melayu
Disbudpar Pekanbaru Wacanakan Buat Peraturan Mengenai Pelestarian Budaya Melayu

Kamis, 12 Oktober 2017 - 23:59:19 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Penggunaan tanjak oleh berbagai kalangan di Kota Pekanbaru baik kalangan pemuda, pejabat, dan kalangan legislatif belakangan ini mendapat apresiasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru.

Meski di tengah perkembangan zaman modern seperti sekarang, penggunaan tanjak atau tengkolong yang biasa digunakan oleh kaum lelaki pada zaman dahulu tetap mendapat tempat di hati masyarakat untuk tetap melestarikan simbol-simbol kebudayaa melayu tersebut. Disbudpar juga akan terus melakukan sosialisasi.

"Kesadaran akan pengunaan simbol-simbol kebudayaan melayu termasuk Tanjak ini perlu kita apresiasi, dan perlu disosialisasi lagi makna dari penggunaan tanjak tersebut," ungkap Ardiansyah, Sekretaris Disbudpar, Kamis (11/10/2017).

Bahkan dalam waktu dekat, Disbudpar berencana akan membuat peraturan mengenai pengembangan dan pelestarian budaya melayu, baik dari segi pakaian maupun seni.

"Insya Allah kita akan menaikkan peraturan bagaimana melestarikan budaya melayu di destinasi atau fasilitas wisata yang ada seperti pihak  di Hotel, mall perkantoran maupun pelaku usaha lainnya. Seperti pihak sopir taksi, bus-bus juga diajak ikut melestarikan kebudayaan kita seperti halnya menggunakan pakaian dan tanjak di hari-hari tertentu. Target kita sebulan ini akan selesai kita susun dan kita presentasikan kepada pimpinan (Walikota Pekanbaru)," jelasnya.

Bahkan akhir tahun 2017 ini, Disbudpar berenca akan mengeluarkan tagline wisata yang mencirikhaskan Pekanbaru dan akan dijadikan branding kepariwisataan Pekanbaru.



Berita Terkait :