Pipa Gas Duri Dumai
Pipa Gas Duri Dumai akan Selesai Oktober Tahun Depan

Senin, 13 November 2017 - 23:28:30 WIB


Wartariau.com JAKARTA - Pipa gs di Duri-Dumai akan kelar Oktober tahun depan. Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan pembangunan pipa gas Duri Dumai akan selesai pada Oktober tahun depan. Hal ini sesuai dengan target waktu pembangunan 11 bulan sejak groundbreaking yang dilakukan pada Senin (13/11) hari ini.

Setelah bertahun tahun persoalan pembangunan pipa gas ini tak selesai, Arcandra mengatakan akhirnya pembangunan pipa gas untuk kebutuhan pembangkit PLN ini selesai dengan kesepakatan pembangunan pipa gas dilakukan oleh Pertamina dan PGN.

Arcandra mengakui kendala atas realisasi pembangunan pipa gas ini salah satunya adalah tidak inginnya pihak Pertamina dan PGN bersama sama melakukan pembangunan pipa gas ini.

"Pipa ini rencana pembangunannya sudah lama sekali, Kesulitannya bagaimana membuat sinergi pertamina dan pgn agar saling menguntungkan. yang satu bumn terbuka yang satu bumn gak terbuka. Tapi sinergi ini akhirnya terbentuk. Amanat BUMN kan mereka harus cari profit, lalu ada kompleksitas pelaksanaan proyek ini," ujar Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Senin (13/11).

Kuartal III, Pipa Gas PGN Bertambah 175 Km

Arcandra menjelaskan dengan kesepakatan yang terjadi antara PGN dan Pertamina maka pipa gas duri dumai ini berhasil dilakukan. Arcandra menyebut kerjasama ini sebagai salah satu bentuk sinergi BUMN.

"Proyek ditargetkan selesai paling cepat 11 bulan, sehingga bulan Oktober 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi," ujar Arcandra.

Pipa yang membentang sepanjang 64 kilometer dari Duri Meter Station pipa Grissik-Duri (PT TGI) ke Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai. Sedangkan gas yang dialirkan pada ruas pipa tersebut milik Pertamina dan PGN dengan sumber gas yaitu Blok Corriodor (ConocoPhillips), Blok Bentu (Energi Mega Persada/EMP), dan Blok Jambi Merang (JOB Pertamina-Talisman).

Pipa Duri-Dumai akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai, kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam rangka mendorong nilai tambah ekonomi daerah, nasional serta daya saing industri. Sedangkan Gas yang disalurkan ke Kilang Dumai digunakan untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta standard cubic feet per day (mmcfd) dan meningkat bertahap hingga 120 mmscfd.

Arcandra menjelaskan nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebesar 52,2 juta dolar Amerika dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi. [Rol]


Berita Terkait :