Sandera di Papua
Siapa (Ter) Sandera di Papua

Selasa, 14 November 2017 - 07:20:55 WIB


    wartariau.com – Kabar 'penyanderaan' 1.300 jiwa warga Desa Banti dan Kimbely di Kabupaten Mimika Papua menghentak ke permukaan. Bisa dibayangkan bagaimana pengawasan para tawanannya.

Lalu perhitungkan juga berapa personel dan senjata untuk menjaga ribuan orang ini. Karena itu jelas tak mudah menyandera ribuan orang ini, apalagi desa yang 'disandera' ini berkalang bukit terjal dan hutan.

Dan yang jadi pikiran berikutnya, lantas apa yang diminta oleh kelompok penyandera hingga 'nekat' menyandera lebih dari seribu orang itu? Uang, makanan, atau apa?

Sebab, kalau mengukur dengan jumlah sandera. Sepertinya kelompok penyandera ini bukan kelas ecek-ecek atau mungkin bermain di 'recehan'.

Ya, segala asumsi itu bisa saja muncul dan meluas. Apalagi, hingga kini informasi yang muncul hanya ada dari satu sumber saja, yakni kepolisian. Sehingga cukup membuat ragu soal isu 'penyanderaan'.

Ilustrasi kelompok bersenjata yang bermarkas di Lanny Jaya, Papua.

Apalagi mahfum diketahui, di Papua memang sudah mengakar bertahun-tahun konflik berdarah antara polisi atau militer dengan sekelompok warga yang menuntut hak.

Namun demikian, yang jelas kini merujuk ke informasi polisi bahwa ada sekelompok orang yang kini dinamai mereka Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sedang 'menyandera' lebih dari seribu orang di dua desa yang berdekatan dengan kawasan tambang Freeport di Tembagapura.

"Kelompok Kriminal Bersenjata itu terus melakukan intimidasi dan ancaman bagi masyarakat," kata Juru bicara Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, Kamis, 9 November 2017.

Bersama itu, setidaknya 200 personel Polisi dan TNI sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya persuasif namun tak menutup kemungkinan menindak keras mereka yang kini telah dicap sebagai kelompok kriminal itu.

Viva .co. id




Berita Terkait :