Anies Tegaskan Komitmen
Bertemu Ulama, Anies Tegaskan Komitmen Hilangkan Ketimpangan Ekonomi

Selasa, 14 November 2017 - 22:18:02 WIB


Wartariau.com JAKARTA - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno melakukan silaturahmi dengan ulama dan umaro se Jakarta di Ruang Balai Agung, Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).

Dalam sambutannya, Anies mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dengan adanya acara tersebut.

Menurutnya, selain sebagai ajang untuk bersilaturahmi, kesempatan ini bisa digunakan sebagai sarana untuk tukar pikiran, gagasan terkait masalah-masalah yang kerap ditemui di ibukota. Utamanya saat ini, Anies-Sandi belum genap sebulan dilantik.

"Kami berdua baru mulai bertugas 16 Oktober. Hari ini satu bulan kurang 2 hari. Selama 1 bulan ini, yang kami kerjakan banyak terkait dengan mereview hal-hal yang harus dituntaskan," kata Anies dalam sambutannya.

Lebih lanjut Anies mengakui bahwa dalam sebulan ini masih dalam masa transisi dari masa kampanye ke fase pemerintahan. Fase pemerintahan dijelaskannya merupakan fase dimana seorang gubernur dan wakil gubernur yang baru harus merealisasikan janji-janji kampanyenya.

"Nah kita kirimkan pesan ke semua bahwa gubernur dan wakil gubernur adalah gubernur dan wakil gubernur untuk seluruh warga DKI Jakarta," tegasnya.

Terkait itu, dijelaskannya bahwa salah satu masalah utama Jakarta yang harus diselesaikan adalah menyangkut masalah ketimpangan ekonomi.

"Di lokasi kita berkumpul hanya berjarak 3 km, kita sudah temukan kampung-kampung dimana kampung itu masuk kategori padat misikin, kumuh dan disana saudara kita," bebernya.

Ketimpangan ekonomi terjadi menurut dia karena pada kenyataannya, ada lebih dari 3 juta penduduk Jakarta yang berpenghasilan dibawah Rp 1 juta. Kecilnya penghasilan jutaan masyarakat itu katanya tentu berimbas pada daya beli masyarakat. Untuk mengatasi itu, Anies bertekad membangun persatuan dalam kesetaraan. Konkritnya adalah membuat program yang pro rakyat kecil.

"Hari ini ketimpangan luar biasa. Apabila ketimpangan ekonomi tidak dibereskan, rembetannya banyak masuk ke isu-isu lain. Masalahnya adalah ketimpangan, kita ingin agar Jakarta serius. Mulai tahun depan kita dorong program-program membela mereka yang di bawah, membela yang termajinalkan. Kalau itu dilakukan InsyaAllah semua setara di kota ini," pungkasnya. [RMOL]


Berita Terkait :