Sukarlan Penghinaan Terhadap Anies
Sikap WO Ananda Sukarlan Penghinaan Terhadap Anies Baswedan

Selasa, 14 November 2017 - 23:50:29 WIB


Wartariau.com JAKARTA - Perilaku tak terpuji musisi Ananda Sukarlan yang WO (walk out) saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato di acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu dikritik.

Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap pejabat Gubernur DKI Jakarta.

"Terlepas dari soal suka tidak suka Ananda terhadap pribadi pak Anies, sikap demikian itu adalah penghinaan terhadap pejabat negara yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Kalau dia tak suka dengan pak Anies yang terpilih jadi gubernur Jakarta, ya, pindah saja dia dari Jakarta. Jangan lagi tinggal di Jakarta,” kata Lieus dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (13/11).

Ananda Sukarlan yang hadir sebagai salah seorang penerima Anugerah Kanisius, mendadak pergi meninggalkan ruangan acara bersama sejumlah alumnus Kanisius yang lain saat Gubernur Anies Baswedan berpidato.

Alasan dia walk out karena sosok Anies yang diundang di acara itu dinilai tak mencerminkan nilai-nilai ajaran Kanisius.

Menurut Ananda lagi, pidato Anies usai dilantik sebagai Gubernur DKI yang menyinggung masalah pribumi dan non-pribumi tidak sesuai dengan yang diajarkan Kanisius, terutama tentang perbedaan pribumi dan non-pribumi.

Ketika memberikan sambutan terhadap penghargaan yang dia dapatkan, Ananda dengan lantang bahkan mengkritik panitia yang mengundang sosok yang tidak mencerminkan ajaran Kanisius.

"Saya mengkiritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius. Namun, saya tidak menyebut nama Pak Anies," ujar Ananda.

Ananda, kata Lieus, sangat arogan dengan mengeluarkan pernyataan itu. Dia seharusnya tahu Anies itu datang karena diundang oleh panitia.

"Bukan pak Anies yang meminta datang. Sebagai tamu, seharusnya Ananda Sukarlan yang katanya Alumni Kanisius tau nilai-nilai dan etika dalam menghormati tamu,” kata Lieus.

"Kalau menurut Ananda Sukarlan sosok pak Anies itu tidak mencerminkan nilai-niai Kanisius, berarti panitia yang mengundang Pak Anies yang salah. Kenapa orang yang tak mencerminkan nilai Kanisius diundang di acara Kanisius?” jelas Lieus.

Lieus sadar betul bahwa pernyataan Ananda yang menganggap nilai-nilai Kanisius lebih tinggi dari nilai-nilai agama Islam yang dianut pak Anies.

"Sekalipun dia mengaku beragama Islam, pernyataan Ananda Suparlan itu bisa ditafsirkan macam-macam. Seolah-olah nilai-nilai ajaran Kanisius itu lebih tinggi dari nilai ajaran Islam yang dianut Pak Anies. Kalau ada yang menafsirkannya seperti ini, bisa berbahaya,” jelas Lieus.

Lieus tak bisa mengerti kenapa seorang yang katanya seniman, musisi, bisa bersikap searogan Ananda itu.

"Saya kenal pianis ternama Jaya Suprana. Dia juga seniman, Musisi. Tapi hatinya lembut dan penuh tenggang rasa. Ini kok ngakunya seniman tapi prilakunya sangat arogan seperti itu ya?” ujar Lieus.

Karena itu Lieus sependapat dengan Eros Djarot yang juga mempertanyakan apakah walk out meninggalkan tempat duduk saat tamu yang diundang memberikan sambutan, juga termasuk nilai-nilai yang diajarkan oleh Kanisius.

"Ananda Sukarlan mau dengan jiwa besar meminta maaf pada pak Anies Baswedan. Sebab dia bukan saja telah menghina Pak Anies sebagai pribadi, tapi juga Pak Anies sebagai pemimpin DKI Jakarta. Ingat, mayoritas warga Jakarta yang memilih pak Anies jadi Gubernur. Jadi menghina pak Anies sama artinya menghina mayoritas warga Jakarta,” tambah Lieus. [RMOL]


Berita Terkait :