BNN & Bea Cukai Aceh Amankan 40 Kg Sabu
Ringkus 4 Tersangka, BNN & Bea Cukai Aceh Amankan 40 Kg Sabu Selundupan

Jumat, 12 Januari 2018 - 15:14:58 WIB


Wartariau.com ACEH - Lagi-lagi Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan jajaran di Aceh berhasil gagalkan penyelundupan 40 kilogram narkoba jenis sabu, tepatnya di Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam.  Empat orang pelaku diringkus paska pengungkapan kasus yang dilakukan selama dua hari, yakni Rabu (10/1/2018) dan Kamis (11/1/2018) kemarin.

"Didapat informasi pada hari Rabu tanggal 10 Januari akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu kristal seberat kurang lebih 40 kilogram ke Aceh melalui jalur laut," kata Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Arman Depari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/1/2018).

Lebih lanjut, Mantan Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri ini, menuturkan pengungkapan dilakukan di dua tempat. Yang pertama di Desa Bagok Panah, Darul Aman Aceh Timur, dengan seorang tersangka atas nama Ramli yang diamankan bersama barang bukti 30 kilogram sabu.

"Tempat kedua adalah di Desa Bantayan, Nurusalam Aceh Timur. Tiga tersangka, yakni Amri, Junaidi dan Syaifinur diamankan bersama barang bukti 10 kilogram sabu," tuturnya dikutip dari Merdeka.

Rencananya barang haram itu akan diselundupkan dari Penang Malaysia dengan menggunakan Perahu Motor atau Spead Boat untuk menuju Idi Rayuk yang dipecah menjadi dua bagian. Sebanyak 30 kilogram dibawa ke Bagok Panah dan ditangkap anggota BNN.

"Pada saat ditemukan, barang bukti disembunyikan dengan cara dikubur atau ditanam di pekarangan rumah. Sedangkan sisanya 10 kilogram ditemukan di speadboat," ujarnya.

Atas pengungkapan tersebut, BNN dan Bea Cukai telah menangkap empat orang tersangka berikut menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 40 kilogram. Untuk barang bukti lain yang disita yakni kendaraan roda dua, speed boat, alat komunikasi GPS.

Meski sudah menangkap empat orang tersangka, ternyata sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap DEK BAT (tersangka lain) selaku pengendali jaringan dan pemilik barang bukti tersebut.

"Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di BNNK Langsa untuk dilanjutkan penyidikannya," tandasnya.(*)


Berita Terkait :