Kejati dan Polda Riau
Kejati dan Polda Riau Tunda Proses Hukum Libatkan Peserta Pilkada

Jumat, 12 Januari 2018 - 19:10:43 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan akan menahan proses hukum atau penyelidikan terhadap pasangan calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2018 di Provinsi Riau.

"Kalau ada laporan yang melibatkan kontestan peserta Pilkada akan kita tunda sampai (pelaksanaan Pilkada) selesai," kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Sugeng Riyanta di Pekanbaru, Kamis.

Sugeng menjelaskan langkah itu diterapkan sebagai upaya untuk menyukseskan Pilkada serentak. Nantinya, setiap laporan yang masuk ke Kejaksaan Tinggi Riau akan ditahan atau dalam status quo terlebih dahulu, hingga perhelatan pesta demokrasi selesai digelar.

Meski dihentikan sementara, Sugeng menjelaskan proses hukum tidak akan berhenti, baik itu proses penyelidikan maupun penyidikan.

Kejaksaan Tinggi Riau hingga kini belum ada menerima maupun melakukan proses penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang melibatkan para bakal calon kandidat Pilkada Riau, baik pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati di Indragiri Hilir.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo yang menyatakan bahwa Polda Riau juga melakukan hal yang sama, dengan tujuan tidak menganggu konsentrasi kontestan Pilkada.

Hal itu sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang meminta aparat penegak hukum tidak melakukan pemeriksaan terhadap calon kepala daerah baik sebagai saksi maupun tersangka dalam dugaan tindak pidana.

Hingga batas akhir pendaftaran di KPUD Riau, sebanyak empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur secara resmi telah mendaftar untuk Pilkada serentak 2018.

Masa pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Riau berlangsung sejak 8 hingga 10 Januari pukul 24.00 WIB.

Gubernur Riau petahana, Arsyadjuliandi Rachman memastikan maju untuk kali kedua di Pilkada Riau. Arsyadjuliandi menggandeng Bupati Rokan Hilir, Suyatno, sebagai calon wakil gubernur. Pasangan tersebut diusung oleh Partai Golkar, PDIP dan Hanura.

Pasangan lain yang juga sudah mendaftar adalah Syamsuar-Brigjen TNI Edy Natar Nasution. Syamsuar adalah Bupati Siak, sedangkan Brigjen TNI Edy adalah prajurit aktif yang menjabat Komandan Korem 031 Wira Bima.

Pasangan kombinasi birokrat-militer ini diusung oleh koalisi partai politik, PAN, PKS dan NasDem.

Bakal calon ke-3 yang sudah mendaftar adalah Firdaus-Rusli Effendi. Firdaus merupakan Wali Kota Pekanbaru, sedangkan Rusli Effendi adalah salah satu ketua dijajaran Dewan Pimpinan Pusat PPP. Mereka diusung oleh Partai Demokrat dan PPP.

Pendaftar paling akhir pada Rabu malam adalah pasangan Lukman Edy-Hardianto. Pasangan ini diusung oleh PKB dan Gerindra.

Untuk selanjutnya, KPU Riau akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masing-masing kandidat di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru. Pemeriksaan kesehatan tersebut diagendakan pada tanggal 12-13 Januari. [ANTARA]



Berita Terkait :