Polda Riau Berikan Sinyal Tersangka
Polda Riau Berikan Sinyal Tersangka Baru Travel Umrah.

Kamis, 18 Januari 2018 - 00:10:34 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau memberi sinyal akan
adanya penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan penipuan travel
umrah. Apalagi  mereka telah menyebabkan ratusan calon jamaah asal
Pekanbaru terlantar.

"Penyelidikan masih terus berlangsung dan
ada kemungkinan tersangka baru dalam kasus tersebut," kata Kepala Bidang
Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Antara di
Pekanbaru, Senin,(15/1).

Hingga kini, penyidik Direktorat Reserse
Kriminal Umum Polda Riau telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus
tersebut.Tersangka berinisial Jo, pemilik travel umrah JPW) yang
beralamat di Kota Pekanbaru tersebut.

Guntur menguraikan hingga
kini penyidik telah memeriksa lebih kurang 22 saksi. Mereka terdiri dari
karyawan travel JPW, korban hingga pihak maskapai. Dia memastikan
penyelidikan masih terus berjalan.

"Sudah 22 saksi diperiksa, termasuk korban, karyawan hingga pihak maskapai penerbangan," ujarnya.

Dalam
kasus ini, sedikitnya 708 jamaah calon umrah yang telah mendaftar di
travel JPW dalam kondisi terlantar. Mayoritas mereka telah mendaftar di
travel tersebut sejak 2015-2017 silam.
Polisi bahkan menyebut total kerugian yang dialami seluruh korban mencapai Rp 3,9 miliar.

Terkait kerugian tersebut, Guntur menuturkan ada kemungkinan uang korban dikembalikan.
Namun,
ia menuturkan hal itu merupakan wewenang dari Pengadilan untuk
memutuskan. "Itu nanti putusan pengadilan. Harus dikembalikan
seluruhnya, atau ada tambahan tergantung putusan perdatanya," tuturnya.

Dalam
kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau telah menetapkan
tersangka dugaan penipuan ratusan jamaah umrah JPW di Pekanbaru.
Tersangka berinisial Jo, yang tidak lain merupakan pemilik JPW.

Dia
ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2017 silam. Awal Januari 2018
lalu, Polda Riau juga telah menggeledah kantor JPW yang beralamat di 
Pekanbaru.

Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa
berkas-berkas dari JPW. Beberapa waktu setelah dilakukan penggeladahan,
Polisi juga memutuskan untuk menahan Jo guna mempercepat proses
penyidikan. [rol]


Berita Terkait :