Kisah di Balik Pelarian Sang Pembobol Ruang Tahanan,
Arungi Selat Bengkalis dengan Sampan Bocor dan Makan Biji Sawit untuk Bertahan Hidup

Senin, 12 Maret 2018 - 23:39:18 WIB


 Wartariau.com BENGKALIS () - Pelarian Sandra Wibawa (37) berakhir sudah setelah sebelumnya berhasil kabur dari sel tahanan Polsek Bengkalis pada 3 September 2017 lalu. Ia kabur bersama 3 rekannya Herri alias Eng dan Muhammad Jarkasih dengan cara membobol terali tahanan.


Herri alias Eng lebih dulu tertangkap beberapa hari setelah kabur. Ia diserahkan pihak keluarganya sendiri ke Polisi. 

Tertangkapnya Herri, tidak membuat mereka ikut menyerahkan diri. Sandra Wibawa dan Muhammad Jarkasih semakin tancap gas. Keduanya mengarungi bakau dan semak-semak di Sungai Alam, Jangkang hingga sebuah pondok di sekitaran PT Meskom Agro Sarimas.

Baca: Bobol Ruang Tahanan Polsek Bengkalis 7 Bulan Lalu, Sandra Wibawa Akhirnya Tertangkap

Di sebuah pondok itu mereka bertahanan selama 3 hari dengan mengkonsumsi jagung hingga buah kelapa sawit untuk bertahan hidup. 

Kapolsek Bengkalis AKP Maitertika melalui Kanit Reskrim Bripka Dedi Suryadi menjelaskan tersangka Sandra Wibawa dan Jarkasih terus melarikan diri kendati rekannya Herri sudah kembali diamankan pihaknya. Mereka melarikan diri ke arah Desa Jangkang. Lalu dalam perjalanan kedua tersangka ini menemukan sepeda dan menaiki sampai di Simpang Mama Desa Jangkang, Kecamatan Bantan.

Pada Jumat 15 September 2017 atau dua hari setelah membobol sel, lanjut Dedi, tersangka Sandra Wibawa dan Jarkasih terus berjalan menyusuri kebun karet dan kebun kelapa sawit ke arah PT Meskom Agro Sarimas. Di sana mereka bersembunyi selama tiga hari.

"Selama tersangka ini melarikan diri, mereka hanya memakan buah-buahan dari perkebunan warga. Modal mereka pisau yang di dapat di sebuah pondok di sana," terangnya, Senin (12/3/2018).

Kemudian Sandra yang mengusai wilayah Bengkalis terus berjalan bersama Jarkasih hingga sampai ke rumah kos Sandra di Jalan Subrantas RT 03 RW 02 Dusun I Desa Pedekik pada 20 September 2017. Tujuan Sandra nekad kembali ke rumah yang merupakan TKP ia ditangkap Polisi dalam kasus narkoba adalah untuk mengambil uang yang pernah disimpannya.

Bermodal uang simpanan, menunggu malam di kosan, Sandra dan Jarkasih melanjutkan perjalan ke Kelapapati Laut Desa Kelapapati. Mereka mengambil sebuah sampan dan mendayungnya ke tengah Selat Bengkalis.

Tiba di tengah laut, sampan yang mereka bawa bocor parah. Tak ingin nyawa melayang sia-sia di tengah laut keduanya memutuskan kembali ke tepian pulau Bengkalis.

Di daratan mereka bersembunyi di sebuah kapal ponton minyak milik PLN yang ada di tepian pantai Kelapapati Laut. Bermalam di sana, mereka menampal kebocoran sampan dengan tanah liat. Setelah memastikan sampan mereka aman digunakan kedua tersangka melanjutkan perjalanan esok harinya pada 23 September 2017.

Perjalanan mengarungi Selat Bengkalis mereka lanjutkan malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Tiba di Bukit Batu sekitar pukul 04.00 WIB subuh 24 September 2017.
Tidak sampai di situ, mereka menumpangi sebuah truk Fuso yang lewat dan mengantarnya ke Dumai.

"Di Dumai, keduanya menginap di rumah orangtua angkat Sandra. Menurut pengakuan Sandra, keluarga di Dumai belum mengetahui permasalah yang dia hadapi. Setelah diceritakan, orangtuanya tidak menerima kehadiran Sandra dan rekannya. Mereka pun melanjutkan perjalan lagi sebelum sempat menginap satu malam di Dumai," tutur Kanit Reskrim Polsek Bengkalis.

"Tanggal 25 September 2017, tersangka Sandra Wibawa dan Jarkasih berangkat ke Kuala Tungkal Jambi dengan menaiki bus mini dan turun di Simpang Tiga Mima Kuala Tungkal," tambah Dedi lagi.

Di Kuala Tungkal, Sandra dan Jarkasih bekerja sebagai pembuat kayu arang tepatnya di Sungai Labu dan Sungai Terap selama kurang lebih 6 bulan.

Menurut Kanit Reskrim sesuai keterangan, Sandra gerah di sana. Sebab kendati di Kuala Tungkal ramai keluarga Jarkasih, rupanya Jarkasih dikenal memiliki jejak perangai yang buruk.

"Tidak betah, kemudian tanggal 8 Maret 2018, tersangka Sandra Wibawa pulang ke Riau menuju Sungai Apit Kabupaten Siak berjumpa dengan istri dan orang tuanya di Jalan Parit Makmur Desa Parit Pakmur. Dua hari di sana, Polsek Bengkalis mendapat informasi keberadaan Sandra dan menangkap dengan kerjasama Polsek Sungai Apit," ujar Kanit Reskrim Bripka Dedy Suryadi.

Disampaikan Dedi, tersangka Sandra tidak melakukan perlawanan. Ia hanya mengangkat tangan ketika berhadapan dengan Polisi yang menjemputnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuat hukumnya. Sandra Wibawa dititipkan di Rutan Polres Bengkalis sambil menunggu pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Terjerat dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, Sandra dikenakan pasal 114 Ayat (1) Jo pasal 111 Ayat (1) Jo Pasal 112 Jo Pasal 127 Ayat (1) huruf (a) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana penjara maksimal 20 tahun penjara.



Berita Terkait :