Belajar Buat Laporan Keuangan
50 UMKM Siak Belajar Buat Laporan Keuangan Untuk Ajukan Pinjaman

Selasa, 13 Maret 2018 - 22:00:43 WIB



Wartariau.com SIAK - Sebanyak 50 pelaku usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Siak mengikuti kegiatan pembuatan pelaporan keuangan yang ditaja Pemda setempat dan perusahaan daerah PT Bumi Siak Pusako, Selasa.

Asisten Deputi Permodalan Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto di Siak, mengatakan, pelaku UMKM didorong agar mampu membuat pembukuan yang baik meski dengan cara sederhana atau manual.

"Meskipun usaha yang dikelola masih skala kecil dan menengah, namun pelaku usaha hendaknya menerapkan manajemen keuangan yang baik sejak awal," katanya.

Pelatihan yang digelar selama dua hari oleh Dinas Koperasi dan UMKM setempat bekerjasama BUMD PT BSP itu bertujuan agar pelaku usaha UMKM dapat mengembangkan usahanya menjadi besar, serta tidak canggung ketika perbankan meminta laporan keuangan saat pengajuan permohonan peminjaman modal.

"Dengan memiliki manajemen keuangan yang baik maka akan mudah juga untuk mengontrol keuangannya, baik itu dari segi pemasukan maupun pengeluaran," sebutnya.

Dilain pihak, Widyaswara Dinaa Koperasi dan UKM Propinsi Riau, Yurnalis, menyebutkan pelaku UMKM diperkenalkan terlebih dulu tentang pembukuan usaha manual, yakni dengan melakukan verifikasi bukti transaksi seperti kuitansi pembelian dan penjualan.

Langkah selanjutnya adalah pembuatan jurnal dan memasukkan data transaksi pada buku besar. Dari buku besar tersebut, lanjut dia pelaku UMKM dapat mengetahui laporan keuangan seperti neraca, laba, dan rugi dari usahanya.

"Mereka kenalkan dulu dengan pembukuan manual melalui empat langkah ini, setelah itu kita tingkatkan pengetahuan pelaku UMKM agar bisa memasukkan data pembukuan usaha mereka," tutur Yurnalis.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi dan UKKM Noni Paningsih, mengatakan pelatihan kewirausahaan tsrsebut tentang pembukuan sederhana untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah guna mengetahui untung/rugi usaha setiap bulannya.

"Pelatihan ini mengajarkan kepada pelaku usaha agar mampu membukukan keuangan usahanya dan dapat  membedakan beban usaha dan beban diluar usaha serta menghitung berapa keuntungan perbulannya," ujar Noni.

Ia menambahkan, Kebanyakan pelaku UKM masih industri rumahan, jadi masih bercampur antara untuk rumah tangga dan usaha. Lewat kegiatan ini diharapkan para pelaku usaha lebih rapi dalam menata usaha terutama dalam hal pembukuan. [ANTARA]


Berita Terkait :