Perpanjangan Kontrak Blok Rokan,
Perpanjangan Kontrak Blok Rokan, Chevron Serahkan ke Pemerintah

Senin, 16 April 2018 - 21:22:04 WIB


Wartariau.com PEKANBARU-Production Sharing Contract (PSC) Chevron di Blok Rokan Provinsi Riau akan berakhir 8 September 2021 mendatang atau sekitar tiga tahun lagi. Untuk perpanjangan kontrak di blok Migas terbesar di Asia Tenggara itu, Chevron terus mengikuti prosesnya dan menyerahkan keputusan kepada pemerintah.

"Untuk perpanjangan kontrak di Blok Rokan yang meliputi lapangan Minas dan Duri kita menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Yang pasti kita tetap melakukan investasi di blok tersebut," ujar Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia, Ir Albert B.M. Simanjuntak, MBA pada seminar dalam rangkaian kegiatan Intellectual Petroleum Fair (IPF) 2018 di kampus Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru, Senin (16/4/2018).

Untuk diketahui,Blok Rokan, Riau memiliki dua lapangan minyak yakni Minas dan Duri. Lapangan Minas yang telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel minyak sejak mulai berproduksi pada 1970-an adalah lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara.Pada masa jayanya, produksi minyak Lapangan Minas pernah menembus angka 1 juta barel per hari (bph).

'Saudara' Lapangan Minas, yaitu Lapangan Duri, juga salah satu lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Lapangan ini menghasilkan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama Duri Crude.

Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 kilometer persegi, pada 2016 lalu masih mampu menghasilkan minyak hingga 256.000 bph, hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional saar ini. Chevron sudah memegang kontrak Blok Rokan sejak 1971 atau 50 tahun lalu.

IPF 2018 UIR
Pada Seminar Intellectual Petroleum Fair (IPF) 2018, Albert Simanjuntak memaparkan langkah-langkah Chevron dalam menjalankan bisnis di daerah operasinya. Menurut Albert, kunci utama kesuksesan PT Chevron terletak pada Sumber Daya Manusia yang dimiliki.

Dihadapan ratusan mahasiswa, Albert menceritakan bahwa SDM berkualitas yang bekerja di Chevron berasal dari kampus-kampus di Provinsi Riau termasuik alumni UIR. "Kita patut bangga, bangsa kita mampu berkiprah di industri perminyakan. Merekalah yang menjadi tulang punggung SDM Chevron. Salah seorang dari mereka adalah Lulusan Teknik Perminyakan UIR, yakni saudara Hilmi," jelas Albert.
 
Pada kesempatan itu Albert juga menceritakan bagaimana Chevron terus mengembangkan teknologi untuk melakukan eksplorasi minyak di Riau. Awal tahun  1950 an, CPI mulai beroperasi di Riau. Seiring perkembangan waktu CPI mengembangkan teknologi Eksplorasi dengan sistem injeksi air pada tahun 1970-an. Pada masa inilah Chevron berhasil meraih produksi terbesar dengan hasil 1 juta barel per hari.

Di tahun 1996 an saat produksi kembali menurun, lanjut Albert, PT CPI menemukan sistem injeksi uap yang ternyata mampu meningkatkan produksi minyak hingga 300 ribu barel. "Dan sejak beberapa waktu lalu kita sedang menguji coba sistem Surfactan Polimer injection  di sumur Minas dan berhasil meningkatkan produksi hingga 20 persen," terangnya.

Saat ini, tutur Albert, CPI juga sedang melakukan transformasi digital dalam operasional mereka. Transformasi digital ini harus dilakukan seiring dengan kemajuan zaman yang menuntut efisiensi dalam berbagai bidang. " Dengan melakukan transformasi digital, kita dapat lebih mudah mengontrol operasional, baik dalam eksplorasi maupun produksi.Kita bisa memantau kegiatan sumur minyak dari jarak jauh melalui ponsel" ujarnya.

Albert juga memaparkan kegiatan produksi laut dalam di Kalimantan. Di lapangan bawah laut dengan kedalaman hingga mencapai 3 kilometer itu, Chevron berproduksi baik dengan menggunakan teknologi super canggih. "Biaya untuk produksi dilaut dalam juga sangat bersar sekitar Rp150 juta Dollar AS/ sumur," pungkasnya.



Berita Terkait :