Pihak Sekolah
Pihak Sekolah Diminta Tak Paksakan Anak Didik Ikut Imunisasi

Kamis, 09 Agustus 2018 - 22:32:57 WIB


Wartariau.com DUMAI - Pelaksanaan imunisasi di sekolah-sekolah menuai pro dan kontra. Bahkan, tidak sedikit warga yang melarang anaknya untuk ikut diberi suntik imunisasi. Karena itu, pihak sekolah diminta tidak memaksa anak didiknya ikut suntik imunisasi, bila sang anak tersebut menolak.

“Tidak boleh ada pemaksaan. Sebab, anak adalah hak orang tuanya,  bukan hak orang yang menyuntik,” ujar Ustadz Drs. Amrizal, M PdI, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Dumai, ketika diminta tanggapannya terkait pro dan kontra pelaksanaan program imunisasi campak dan rubella yang sekarang dikampanyekan pemerintah.

Mantan anggota DPRD Kota Dumai itu mengakui bahwa program imunisasi merupakan salah satu tindakan medis yang dinilai bagus untuk menjaga kesehatan anak. Bahkan, Islam juga menganjurkan bahwa agar tidak  meninggalkan anak ketutunannya di belakang hari dalam kondisi lemah. Termasuk lemahnya pisik, yaitu karena banyaknya penyakit. Maka suntik imunisasi merupakan salah satu cara untuk mengatasinya.

“Namun, tentu ada beberapa syarat yang harus terpenuhi dalam memberikan imunisasi. Terutama sekali harus sesuai dengan ketentuan-ketuan agama Islam untuk anak-anak muslim. Yang terpenting adalah apakah vaksin yang digunakan sudah terjamin kehalalannya? Jika sudah, tentu dibuktikan dengan sudah memiliki label halal.”

Sampai sekarang ustadz Amrizal, yang juga pengemban jabatan Ketua IKADI Kota Dumai itu mengaku  tahu dan dengar lewat media massa bahwa vaksin campak dan rubella yang digunakan sekarang belum ada label halalnya.

Bahkan, dia juga mendengar bahwa ada anak-anak justru menjadi sakit, kejang-kejang, dan lainya  setelah diberi suntik imunisasi. Dia pun mengaku tidak tahu pasti kebenaran berita tersebut, tapi yang jelas berita tersebut telah tersebar di tengah masyarakat.

Karena itu, dalam pelaksanaan program imunisasi itu nanti agar pihak pemerintah melalui Dinas Kesehatan di daerah dimintanya harus membuat surat garansi jaminan bagi orang tua bahwa pelaksanaan imunisasi dijamin tidak bermasalah, yaitu tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan anak.

“Jika pelaksanaan imunisasi bermasalah, maka pihak Dinas Kesehatan harus siap dituntut secara medis dan hukum. Hal itu penting agar orang tua nyaman dan tak was-was bila anaknya ikut disuntik imunisasi,” ucap ustadz Amrizal.***(yus)



Berita Terkait :