Kepala Bappeda Bengkalis:
Diperiksa Terkait Korupsi Jalan Rp 80 Miliar, Kepala Bappeda Bengkalis: Masih Melanjutkan yang Kemar

Jumat, 14 September 2018 - 14:23:57 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Upaya penyidikan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau TA 2013-2015, masih terus ditindak lanjuti penyidik oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sampai dengan saat ini ada 3 saksi lagi yang diperiksa di lantai dua gedung utama Mako Brimob Polda Riau, Jumat (14/9/2018) siang.

Di antara yang diperiksa adalah Kepala Bappeda Pemerintahan Kabupaten Bengkalis, Jondi Indra Bustian.

Tepat pukul 11.30 Wib, Jondi yang mengenakan kemeja lengan pendek garis-garis keluar dari ruang pemeriksaan untuk istirahat. Menurut dia pemeriksaan terhadap dirinya, terkait kasus yang kemarin (dugaan korupsi jalan, red).

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap Jondi, terkait dengan proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Riau TA 2013-2015, yang telah menjerat 2 tersangka. Yakni mantan Kepala Dinas PU Bengkalis, Muhammad Nasir, yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai dan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

"Ya, masih yang lama juga dengan tersangkanya (Muhammad Nasir,red). Itu yang dipertanyakan penyidik tadi," sebut Jondi kepada wartawan.

Saat wartawan menanyai tentang adanya pemeriksaan penyidik terhadapnya yang terkait keterlibatan uang yang sudah disita oleh penyidik KPK, dirinya menepis pertanyaan tersebut, dengan menjawab 'tidak'.

"Ya intinya dalam pertanyaan penyidik tadi, masih melanjutkan yang kemarin juga," singkat Jondi.

Sementara itu, dua saksi lainya yang tengah menjalani pemeriksaan penyidik KPK saat ini adalah 2 staf PNS Pemkab Bengkalis.

Lebih lanjut, juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi melalui telpon selularnya, Jumat (14/9/2018) siang, membenarkan 3 orang saksi yang diperiksa terkait kasus proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau TA 2013-2015.

"Benar, hari ini ada 3 orang lagi sebagai saksi yang kita periksa," ujarnya.

Sebelumnya, Kamis (13/9/2018) semalam, penyidik KPK telah memeriksa dua orang saksi terkait kasus proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

Saksi tersebut merupakan Kabid Kelautan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Huri Agusfriandi dan satu saksi lainnya dari pihak swasta.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi dalam perkara ini. Di antaranya, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, anggota DPRD Bengkalis, dan sejumlah pejabat di Pemkab Bengkalis.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar. Proyek ini ditaksir merugikan negara sekitar Rp80 miliar.

Sebelumnya KPK sudah melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Bengkalis, rumah dinas Bupati Bengkalis dan  Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK juga menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, yakni  di salah satu kantor di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.

Dari penggeledahan di rumah dinas bupati, KPK menyita uang Rp1,9 miliar. KPK juga membawa beberapa koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.


Berita Terkait :