Rupiah Posisi Terlemah
Rupiah Dekati Posisi Terlemah Sepanjang Masa

Senin, 08 Oktober 2018 - 23:47:28 WIB


Wartariau.com JAKARTA – Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, masih berlanjut. Bahkan pada pukul 12.02 WIB Senin (8/10/2018) dolar diperdagangkan Rp15.245 atau melemah 0,46% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Tidak hanya menjadi mata uang terlemah di Asia, saat ini Rupiah semakin dekat dengan posisi terlemah sepanjang sejarah Indonesia Merdeka.

Saat pembukaan pasar, rupiah melemah 0,06%. Pelemahan tipis ini semakin dalam seiring perjalanan pasar.

Rupiah tidak sendiri karena sebagian besar atau hampir semua mata uang utama Asia juga tidak berdaya menghadapi kegarangan dolar AS. Hanya dolar Hong Kong yang mampu menguat, itu pun dalam kisaran terbatas.

Sebelumnya, yuan China menjadi mata uang dengan depresiasi terdalam di Benua Kuning. Namun sekarang 'gelar' itu disandang oleh rupiah.

Sementara itu, Menurut Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) Tbk, David Sumual, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan berlanjut. Setidaknya akan berlangsung selama sepekan ke depan, karena berbagai sentimen negatif masih terjadi.

"Saya pikir, rupiah masih melemah di kisaran Rp15.200 sampai Rp15.300 dalam jangka pendek. Seminggu ke depan," ujar David, Senin.

Ia melanjutkan, sentimen negatif itu sebetulnya sudah terasa sejak pekan lalu. Hal itu terlihat dari cadangan devisa akhir September, yang turun US$3,12 miliar ke level US$114,8 miliar.
      
"Terus di awal minggu ini, juga beritanya kurang baik ya. Terutama, dari Amerika itu angka penganggurannya kan turun di bawah ekspektasi lagi, 3,6 persen," ucapnya.

Artinya, sambung David, daya serap tenaga kerja dari ekonomi AS masih sangat baik, sehingga kembali membuka kemungkinan Bank Sentral AS, The Fed yang akan terus menaikkan suku bunga.

"Kemudian juga, ada perkembangan negatif juga dari China. Mereka menurunkan giro wajib minimum yang harus ditaruh di perbankan, di bank sentral sana. Artinya, likuiditas di sana semakin melimpah dan artinya Yuan kecenderungan akan melemah," katanya.

Hal itu terlihat dari pelemahan nilai tukar Yuan terhadap dolar AS pada hari ini, yang sudah melemah. "Kita lihat Yuan di pasar offshore sudah dibuka 6,9 atau melemah sekitar 0,3 persen," tuturnya.

[cnbcindonesia.com/viva.co.id]



Berita Terkait :