DBD di Rohul sudah 19 Kasus
Dari September hingga Oktober, DBD di Rohul sudah 19 Kasus

Kamis, 08 November 2018 - 23:32:56 WIB


Wartariau.com PASIR PANGARAIAN - Memasuki musim penghujan dari September hingga akhir Oktober 2018, ditemukan 19 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul. Data ini sesuai dari laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul.

Diakui Kepala Diskes Rohul dr Bambang Melalui Seketaris  Diskes drg Septien Asmarwiati MKes, Kamis (8/11/2018) bahwa di Rohul ditemukan 19 kasus DBD selama September hingga Oktober 2018.

Di bulan September 2018, terdata 10 kasus DBD yang menyerang warga. Sementara bulan Oktober, sedikitnya ada 9 kasus. Kasus pertama di  Kecamatan Tambusai dengan 3 kasus, Ujung Batu 3 kasus, Rambah 1 kasus dan Tandun 3 kasus.

Kemudian, jelas Septian lagi, dari 19 kasus DBD tersebut tiga orang diantaranya sempat dapat perawatan di RSUD Pasir Pangaraian yang merupakan korban DBD dari Kecamatan Tambusai .

“Perkembangbiakan nyamuk sangat cepat untuk menjadi telur, hanya dua sampai tiga hari saja. Sedangkan dari telur menjadi jentik butuh waktu delapan sampai sepuluh hari, kemudian dari jentik menjadi pompong hanya satu sampai dua hari, selanjut menjadi nyamuk, dua hari menjadi nyamuk langsung kawin lagi,” kata Septian.

Disebutkannya, langkah yang efektif untuk memberantas nayamuk sebenarnya bukan dengan fogging. Karena fogging hanya mampu memberantas nayamuk dewasa, sedangkan untuk jentik tidak akan mati.

“Cara yang paling ampuh yang kita lakukan, hanya dengan melaksanakan tiga M, Menutup, Menguras, dan Menimbun," imbaunya.

Dirinya mengimbau, agar seluruh masyarakat di Rohul melaksanakan tiga M ini. Sehingga jentik nyamuk yang tertampung baik dalam kaleng, ember dan ban bekas di sekitaran rumah bisa mati.

“Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati,"  tegasnya.



Berita Terkait :