Dirut PT Sabar Jaya Karyatama Ditahan
Sempat Mangkir, Akhirnya Dirut PT Sabar Jaya Karyatama Penuhi Panggilan dan Ditahan Kejari

Kamis, 08 November 2018 - 23:34:09 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Setelah sempat mangkir dua kali, akhirnya Direktur Utama PT Sabar Jaya Karyatama Sabar Jasman (SJ), memenuhi panggilan yang ketiga kalinya dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru terkait kasus dugaan korupsi pembangunan proyek drainase di Jalan Soekarno Hatta, paket A (Simpang Jl Riau-Simpang SKA), Kamis (8/11/2018) siang.

Terhadap tersangka SJ, penyidik langsung melakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Tenayan Raya. Menjelang proses persidangannya, SJ akan ditahan selama 20 hari kedepan bersama dengan 4 tersangka lainnya yang sudah lebih dahulu ditahan.

"Sebelumnya, tersangka ini mangkir 2 kali dalam pemanggilan penyidik. Kali ini dia datang untuk pemanggilan yang ketiga, dan langsung ditahan," ujar Kasi Intel Kejari Pekanbaru Ahmad Fuadi kepada halloriau.com, Kamis (8/11/2018) siang.

Diketahui, SJ ini adalah salah satu tersangka dari 5 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sebelumnya 4 tersangka lainnya telah lebih dulu ditahan di Rutan, Kamis (1/11/2018) lalu, namun SJ tidak hadir.

Mereka (tersangka) diantaranya, ICS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), IS selaku Konsultan Pengawas CV Siak Pratama Enginering Consultan, WS selaku Ketua Pokja, dan RAP selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

"Jadi total semua tersangka sudah lengkap 5 orang yang kita tahan di Rutan. Terakhir tersangka yang kita tahan tadi adalah SJ. Sebelumnya diperiksa dulu kesehatannya dan berkasnya," pungkas Fuadi.

Sementara itu, atas pekerjaan proyek yang dilakukan oleh rekanan tersebut, nilainya tidak sesuai dengan kontrak awal. Akibatnya negara merasa dirugikan sebesar Rp 2,5 miliar lebih.

Drainase Paket A dibangun dari simpang Jalan Riau - Simpang SKA Pekanbaru. Proyek dianggarkan dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2016  pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Riau dengan nilai pagu paket Rp14.314.000.000.

PT Sabarjaya Karyatama merupakan pelaksana pekerjaan. Adapun nilai penawaran yang diajukan PT Sabarjaya Karyatama adalah Rp11.450.609.000.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang (UU) Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam penyidikan perkara ini, puluhan saksi dari ASN dan pihak rekanan telah dipanggil guna menjalani pemeriksaan. Penyidik menurunkan tim ahli untuk mengecek fisik proyek di Juni 2018 lalu dan dibantu tenaga dan alat-alat dari Pidsus Kejari.

Dalam perkara itu, dugaan penyimpangan sudah ada sejak proses tender dilakukan. Sejumlah pihak diduga melakukan pengaturan lelang untuk memenangkan salah satu perusahaan dalam kegiatan tersebut.

Dalam pengaturan itu, diduga terdapat uang pelicin sebesar Rp100 juta. Uang tersebut disita dari Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Riau. Mereka mengembalikan uang tersebut pada Selasa (5/6/2018) lalu, setelah perkara ini disidik penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru.



Berita Terkait :