Pajak Kendaraan Bapenda Riau Hari Terakhir: 1.000 Kendaraan
Operasi Terpadu Pajak Kendaraan Bapenda Riau Hari Terakhir: 1.000 Kendaraan Lebih Terjaring Razia

Selasa, 04 Desember 2018 - 19:10:56 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah di sektor pajak kendaraan, telah berakhir hingga hari ini, Selasa (4/12/2018).

Namun di akhir ini, melalui operasi terpadu razia pajak kendaraan, pada Selasa (4/12/2018) siang tadi di Jalan Cuk Nyak Dien selama 3 jam, petugas berhasil menjaring 1.000 lebih kendaraan belum membayar pajak.

"Sasaran kita dalam razia kendaraan ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat wajib pajak kendaraan," ungkap Kepala Bidang Pembukuan Pengawasan dan Pembinaan Bapenda Riau, Budiman kepada halloriau.com.

Hasil razia kali ini, kata Budiman, sekitar 1.000 lebih kendaraan yang terjaring operasi terpadu Bapenda. Selain diberi arahan, pengendara diberikan pilihan untuk membayar di tempat.

"Untuk razia hari ini saja sekitar seribu lebih kendaraan yang terjaring. Tadi kita langsung arahkan masyarakat untuk membayar keterlambatan pajak kendaraannya di Samsat keliling yang kita sediakan," beber Budiman.

Dalam operasi terpadu yang dilakukan Bapenda Riau dan pihak terkait lainnya, kendaraan yang terjaring dipersilahkan melakukan pembayaran pajak melalui Samsat keliling yang sudah disediakan, berikut dengan dendanya.

"Kalau kedapatan ada pengendara yang nunggak pajak, kita arahkan langsung. Tapi, kalau belum ada uang kita daftarkan saja dulu dengan memberi tenggang waktu kepada yang bersangkutan untuk membayar pajak di UPT atau pelayanan Samsat kita," terang Budiman.

Operasi terpadu razia pajak kendaraan ini dimulai sejak Bulan Oktober hingga Desember 2018 ini. Namun pihaknya belum mengkalkulasikan semua jenis pelanggaran kendaraan dalam razia tersebut.

"Kalau untuk semua jumlah yang terjaring dalam operasi terpadu sejak Bulan Oktober hingga Desember ini belum, masih dalam proses penghitungan. Tapi kalau untuk hari ini tadi baru seribuan lah," pungkas Budiman.

Dalam operasi terpadu ini, ikut melibatkan petugas dari Dirlantas Polda Riau, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, yang juga melihat adanya kekurangan mulai dari kelengkapan kendaraan, asuransi dan buku KIR.



Berita Terkait :