KPK Tahan Sekdako Dumai dan Dirut PT MRC
KPK Tahan Sekdako Dumai dan Dirut PT MRC Kasus Dugaan Korupsi Jalan di Bengkalis

Rabu, 05 Desember 2018 - 23:53:45 WIB


Wartarisu.com PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau TA 2013-2015, Rabu (5/12/2018) malam.

Dua tersangka ini diketahui mantan Kepala Dinas PU Bengkalis Muhammad Nasir, yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai dan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC. Keduanya ditetapkan status tersangka sejak tahun lalu.

"Benar, 2 tersangka MN dan HS kita tahan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhattApp kepada halloriau.com, Rabu (5/12/2018) malam.

Febri menambahkan, terhadap tersangka MN ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur. Sementara itu tersangka HS sendiri dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Penahanan ini diketahui setelah hasil penyidikan.

"Kita melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari pertama. Jika dibutuhkan waktu penyidikan lagi akan ditambah masa penahanannya," singkat Febri.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi dalam perkara ini. Di antaranya, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, anggota DPRD Bengkalis, dan sejumlah pejabat di Pemkab Bengkalis.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp 494 miliar. Proyek ini ditaksir merugikan negara sekitar Rp80 miliar.

Dalam perkara ini, penyidik KPK sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni mantan Kepala Dinas PU Bengkalis Muhammad Nasir, yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai dan  Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Sebelumnya KPK sudah melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Bengkalis, rumah dinas Bupati Bengkalis dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK juga menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, yakni  di salah satu kantor di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.

Dari penggeledahan di rumah dinas bupati, KPK menyita uang Rp1,9 miliar. KPK juga membawa beberapa koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.


Berita Terkait :