Kejati Riau Periksa Direktur RAB dan PPK
Kejati Riau Periksa Direktur RAB dan PPK Pasca Ambruknya Proyek Durolis

Kamis, 10 Januari 2019 - 19:30:56 WIB


Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, MuspidauanKepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan

Wartariau.com PEKANBARU - Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, periksa dua orang pejabat yang diduga sebagai orang yang bertanggung jawab atas ambruknya bangunan rumah pompa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Rohil, Jumat (4/1/2019) lalu.

"Semalam, ada dua orang yang kita panggil untuk diperiksa keterangannya atas kasus robohnya rumah air itu," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan kepada halloriau.com, Kamis (10/1/2019) siang.

Dua orang pejabat yang diperiksa penyidik kejati Riau adalah Direktur PT. Monhas Ades Rabat (RAB) dan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

"Monang Hasibuan dan Cahyo Santoso Samosir. Sudah kita periksa terkait kejadian tersebut secara langsung," sebut Muspidauan.

Muspidauan menuturkan, dari hasil pemeriksaan itu pihaknya masih menunggu hasil kerja tim ahli dari Kementrian PU yang berada dilapangan mengecek penyebab ambruknya rumah air itu secara teknis.

"Mereka (dua pejabat) sudah mengundang tim ahli dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) untuk meneliti penyebab ambruknya proyek pembangunan rumah air tersebut. Dari itu kita masih menunggu hasilnya," singkat Muspidauan.

Diketahui, proyek air bersih tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Air bersih ini diperuntukkan untuk masyarakat di tiga daerah yakni, Dumai, Rohil, dan Bengkalis (Durolis).

Namun akibat tokohnya bangunan tersebut masyarakat menjadi tertunda untuk mendapatkan air bersih. Mega proyek ini dipusatkan di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Rokan Hilir untuk tahap I tahun 2017 senilai Rp50 miliar yang telah rampung baru 90 persen.



Berita Terkait :