Peredaran Uang Palsu Rp 500 Juta,
Polres Dumai Ungkap Peredaran Uang Palsu Rp 500 Juta, Satu Tersangka Oknum Polis

Kamis, 10 Januari 2019 - 19:31:36 WIB


Polres Kota Dumai berhasil mengungkap peredaran uang palsu sebanyak Rp 500 juta pecahan Rp 100 ribu dan mengamankan tiga tersangka, satu tersangka merupakan oknum Polisi. FOTO: Bambang Polres Kota Dumai berhasil mengungkap peredaran uang palsu sebanyak Rp 500 juta pecahan Rp 100 ribu dan mengamankan tiga tersangka, satu tersangka merupakan oknum Polisi. FOTO: Bambang

Wartariau.com DUMAI - Polres Kota Dumai berhasil mengungkap peredaran uang palsu sebanyak Rp 500 juta pecahan Rp 100 ribu dan mengamankan tiga tersangka. Parahnya, satu tersangka merupakan oknum polisi.

Ketiga tersangka diamankan pada Minggu (5/1/2019) secara terpisah di kediamannya masing-masing. Para tersangka adalah MF (28) warga Jalan Mawar, Kecamatan Dumai Timur, RW (34) warga Jalan Baroh, Kecamatan Bantan dan Ek salah satu oknum Polisi Polres Bengkalis.

Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan SIK pengungkapan peredaran uang palsu berdasarkan laporan masyarakat terkait peredaran uang palsu di Jalan Siliwangi, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur.

"Dari laporan tersebut tim kita langsung mendatangi TKP dan menemukan tersangka MF. Dari penggeledahan tersangka MF Petugas mengamankan barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 27.300.000 yang disimpan di dalam kamar tersangka," kata Kapolres.

Hasil pemeriksaan, MF mengaku kalau uang palsu didapat dari tersangka RW yang merupakan warga Kabupaten Bengkalis.

Tim Opsnal Satreskrim Polres Dumai langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka RW yang mana ditemukan uang palsu pecahan Rp 100.000 sebesar Rp 479.300.000 yang diakui tersangka uang tersebut didapatnya dari tersangka Ek yang merupakan salah satu oknum Polisi yang aktif menjalankan tugasnya di Polsek Bantan, Kabupaten Bengkalis.

"MF mengaku sudah mengedarkan uang palsu sekira Rp 5 juta yang digunakan untuk berbelanja," terang Kapolres.

Kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam perkara ini. Kami akan memeriksa saksi ahli dari Bank Indonesia dan memeriksa percetakan uang palsu yang berada di Kota Pekanbaru.

Sampai saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan terus bertambah.



Berita Terkait :