4 Kasus Karhutla Pelalawan Masuk Penyelidikan
Banyak dalam Tahap Pendinginan, 4 Kasus Karhutla Pelalawan Masuk Penyelidikan

Selasa, 13 Agustus 2019 - 07:03:52 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Dalam dua bulan terakhir, areal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau yang paling parah ada di Kabupaten Pelalawan. Untuk luasnya sudah mencapai 500 hektare lebih sejak awal tahun 2019.

"Kondisi terparah itu terjadi bulan Juli dan Agustus ini (2019) dengan luas 300 hektare. Karena cuaca kemarau," ucap Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan kepada halloriau.com, Selasa (13/8/2019) pagi.

Dalam proses penanggulangannya, menurut Kaswandi kebakaran lahan saat ini telah masuk tahap pendinginan di lima kecamatan. Selain itu, karena jarak lahan yang jauh, tim diharuskan menginap di tempat.

"Kecamatan Langgam, Kerumutan, Pangkalan Kuras, Pelalawan dan Ukui. Semuanya, lebih banyak tahap pendinginan. Kalau ada titik api kita padamkan, untuk lokasi yang jauh terpaksa menginap di sana," tuturnya.

Sejak kebakaran hebat kemarin, di Kecamatan Langgam saat ini juga sudah masuk tahap pendinginan. Selain itu kata Kaswandi, di Desa Sering Kecamatan Pelalawan, Kerinci, belum ditemukan titik apinya.

"Desa Sering ada 50 hektare dan Kerinci ada 1 hektare belum ada titik apinya. Untuk Langgam sendiri terbakar milik masyarakat dengan kondisi lokasi lama tidak ditanami tanaman," kata Kaswandi.

Mengenai kendala, tim Satgas sulit menemui sumber pasokan air di lokasi kebakaran. Sementara kondisi cuaca kemarau yang panjang dan tiupan angin kencang juga menambah deretan faktor upaya pencegahan.

"Yang banyak menimbulkan dampak asap dari kebakaran itu adanya lalang yang berdekatan, rapat dan kering. Itu sulit dipadamkan. Ditambah jarak lokasi dengan sumber air rata-rata jauh," terang Kaswandi.

Lebih lanjut, dalam proses penegakkan hukum tersangka kebakaran lahan. Sejuah ini kata Kaswandi sudah dalam proses penyelidikan pihaknya. Dalam tahun ini ada 4 kasus yang ditangani dengan tersangka perorangan dan koorporasi.

"Saat ini ada 4 kasus. Dua kasus di Bulan Juli dan satunya Bulan Agustus, yakni tersangka koorporasi PT SSS. Sisanya lagi di Taman Nasional Teso Nilo," pungkas Kaswandi.



Berita Terkait :