Penertiban Kawasan dan Lahan Ilegal
Gubernur Riau Instruksikan Penertiban Kawasan dan Lahan Ilegal, Tangkap Toke Besar nya

Selasa, 13 Agustus 2019 - 14:19:41 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution beserta Satgas, Polri dan jajaran, melakukan rapat pembahasan Penertiban Kawasan dan Lahan yang Ilegal, di ruang rapat Melati kantor Gubernur Pekanbaru.

Banyaknya Kawasan dan Lahan yang di gunakan secara Ilegal menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Provinsi Riau sendiri, luas kawasan dan lahan yang akan ditertibkan yaitu 1,2 juta hektare (ha) lahan perkebunan Ilegal.

Gubri Syamsuar mengatakan kepada sebelum memulai penertiban harus lakukan survei dulu. "Dalam pembahasan tadi kami juga sudah membentuk  tiga Tim kecil dan tim ini langsung diketuai Wagub Edy Natar Nasution. Nantinya tim kecil ini yang akan bekerja mencari data sekaligus menertipkan kawasan/lahan yang melanggar aturan," jelasnya

"Tiga Tim yang dibentuk Syamsuar antara lain, pertama Tim Pengendali, Tim Operasi dan Tim Yustisi," urainya.

 PT. ASI Group (Agro Sarimas Indonesia) diduga salah satu perusahaan Besar di Riau yang mengelola lahan di Kabupaten Indragiri Hilir seluas 26.528 hektare, Untuk memuluskan pengelolaan lahan tanpa izin ini menurut laporan PPP-IPMR, diduga ada indikasi gratifikasi, Dan permainan.

Kita berharap perusahan ini segera ditindak pinta Ridwan, PT. Sarimas Indonesia, Group , diduga menggarap lahan seluas 6.659 hektare di Kabupaen Bengkalis diduga tanpa izin, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp36,27 miliar lebih.

Desakan ini disampaikan Direktur Eksekuti  PucukPimpinan Pusat Ikatan Pemuda Melayu Riau Ridwan, shi, didampingi Direktur Intelijen Pucuk Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Melayu Riau Panogari,SSP. Mereka juga meminta agar memeriksa, Benyamin Masra dan Gunawan, pimpinan PT Agro Sarimas Indonesia Group.

Direktur Eksekuti  Pucuk Pimpinan Pusat Ikatan pemuda Melayu Riau Ridwan, shi. didampingi, Direktur Intelijen Pucuk Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Melayu Riau Panogari,SSP mengatakan, Grup PT Agro Sarimas, di antaranya, PT Meskom Agro Sarimas, mengelola 6.659 hektare lahan dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas, di Kabupaten Bengkalis, tanpa ada izin pelepasan dari Menteri Kehutanan dari lahan hutan menjadi lahan perkebunan, selain itu PT. MAS Menguasai 10.000 Hektar lahan, 3000 memiliki HGU sedangkan yang 7000 Nya tampa ada HGU sama sekali .

"Karena itu, kami meminta Gubernur Riau dan kajati menindak tegas PT. ASI Group  PT.Agro Sarimas Indonesia, Group mengusut dugaan gratifikasi dan pengelolaan lahan Tanpa izin ini, karena berdasarkan hasil temuan badan pemeriksa keuangan Provinsi Riau, jelas-jelas sudah ada kerugian negara sebesar Rp36,27 Miliar kami juga meminta Mabes Polri dan Kejaksaan Agung untuk menangkap para pimpinan perusahaan, seperti Benyamin Masra dan Gunawan," ujar nya tegas, seperti yang dimuat di media lokal beberapa waktu yang lalu.

Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution beserta Satgas, Polri dan jajaran, melakukan rapat pembahasan Penertiban Kawasan dan Lahan yang Ilegal, termasuk PT. Asi. Senin (12/8/2019) pagi di ruang rapat Melati kantor Gubernur Pekanbaru,  apa komentar Bapak?

Asri Auzar Wakil ketua DPRD. Perovinsi Riau Sari peraksi Demokrat mengatakan dalam mingu ini melayang kan surat PT.ASI.Group perusahan Bapak terkait sidak kelapangan di perusahaan yang Bapak pimpin apa komentar pak Gunawan?

Kriteria hutan ilegal ini diantaranya adalah tidak adanya izin dari lahan perkebunan tersebut dan kedua, perkebunan yang berada dalam kawasan hutan.

"Intinya buat sekarang, data yang kita terima dari Dinas Kehutanan, semua datanya belum kongkret dan buat sekarang kita biarkan dulu tim bekerja,"tutupnya.

Syamsuar: insteruksikan Tangkap Toke Besar Kebun sawit Ilegal, apa komentar Bapak?

PP Pelalawan dari tingkat MPC, PAC bahkan ranting telah membentuk tim guna mendukung statement Gubernur yakni menertibkan perkebunan sawit ilegal.



Berita Terkait :