Asap Karhutla Makin Pekat di Pekanbaru, Jarak Pandang Cuma 1,5 Km
Asap Karhutla Makin Pekat di Pekanbaru, Jarak Pandang Cuma 1,5 Km

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 12:24:03 WIB


Wartariau.com PELALAWAN -
Pascapertemuan petugas pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
dengan harimau Sumatera di Desa Tambak Kecamatan Langgam Kabupaten
Pelalawan Riau pekan lalu, masyarakat diminta untuk berhati-hati saat
berada di dekat hutan.

Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan
SIK, mengimbau warga setempat serta petugas pemadaman mengurangi
aktivitas di sekitar hutan.

Ia juga melarang masyarakat masuk ke dalam semak belukar dan hutan sekitar sementara waktu ini.

Hal
itu dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik manusia dengan Si
Belang yang saat ini berkeliaran di dekat lahan beka terbakar.

"Kabar
harimau Sumatera ada di Desa Tambak itu benar. Tiga hari yang lalu saya
ke sana. Warga memberitahu jika dekat lokasi karhutla itu areal dia
(harimau)," tutur Kapolres Kaswandi kepada tribunpelalawan, Jumat
(23/8/2019).

Kaswandi menyatakan, lokasi pertemuan induk harimau
dan jejak kakinya berada sekitar 4 kilometer dari jalan poros. Artinya
cukup dekat dengan lokasi aktivitas manusia.

Apalagi jika ada
warga yang ngotot masuk ke hutan tentu potensi pertemuan dengan Datuk
semakin besar. Kaswandi juga mewanti-wanti agar penduduk desa tidak
memburu maupun membunuh harimau tersebut.

Pihaknya akan
berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau
untuk mengantisipasi kejadian terburuk ke depan.

"Kalau cerita warga disana, mereka memang sudah lama tahu keberadaan harimau itu," tandas Kaswandi.

Saat
ini pihaknya juga sedang fokus melakukan pemadaman di beberapa titik
Karhutla. Personil difokuskan melakukan pendinginan dan lokalisir api
sampai tidak mengeluarkan asap lagi.

Untuk kesekian kalinya, Kapolres Kaswandi bersama personelnya kembali menginap di lokasi Karhutla.

Kemarin ia menginap di Desa Merbau Kecamatan Bunut untuk operasi pemadaman. (*)


Berita Terkait :