Tutup Defisit BPJS Pakai Dana Pindah Ibukota
PKS: Jangan Bebani Rakyat, Tutup Defisit BPJS Pakai Dana Pindah Ibukota

Senin, 02 September 2019 - 06:41:03 WIB


Wartariau.com ujuan utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
adalah menjamin kehidupan sosial dan kesejahteraan rakyat, terutama
rakyat yang kurang mampu. Bukan malah memberatkan kehidupan mereka.










Begitu tegas Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menanggapi rencana
pemerintah menaikkan irusan peserta BPJS Kesehatan menjadi dua kali
lipat.

“Untuk itu, saya meminta pemerintah untuk membatalkan
rencana kenaikan iuran BPJS, karena akan memberatkan kehidupan rakyat
dan bertentangan dengan prinsip dan filosofi tujuan BPJS,” tegasnya
dalam akun Twitter pribadi beberapa waktu lalu.






Sebagai solusi, Mardani meminta pemerintah membatalkan rencana
pemindahan ibukta ke Kalimantan Timur yang digadang bakal menghabiskan
dana hingga Rp 500 triliun. Menurutnya, dana besar itu harus dialihkan
untuk menutupi kerugian yang dialami BPJS Kesehatan mencapai Rp 28,5
triliun.

“Gunakan dana negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat. Salah satunya untuk menutup defisit BPJS Kesehatan, sehingga
pemerintah tidak perlu menaikkan iuran BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Sementara
solusi kedua, pemerintah harus segera mereformasi pengelolaan BPJS
Kesehatan. Langkah pertama dengan mendalami enam akar masalah utama yang
ditemukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca: Enam Penyebab BPJS Kesehatan Rugi Triliunan Rupiah

“Dan
juga libatkan seluruh pihak dan daerah untuk mengungkap masalah-masalah
penyelenggaraan BPJS Kesehatan di lapangan,” tegas wakil ketua Komisi
II PKS.


Baginya organisasi dengan pengelolaan dana sebesar BPJS
Kesehatan yang selalu defisit merupakan hal yang tidak wajar. Sebabm
banyak asuransi kesehatan swasta dengan kemampuan mengelola sumber daya
terbatas, justru dapat sehat secara finansial.

“Mereka juga meningkatkan kualitas pelayanannya,” tutupnya.

Rmol


Berita Terkait :