109 SantriwatiTerpapar ISPA
109 Santriwati di Pekanbaru Terpapar ISPA

Senin, 09 September 2019 - 14:47:59 WIB


Wartariau.com PEKANBARU -
Ratusan santriwati Pondok Pesantren Putri Ummu Sulaim Pekanbaru terpapar
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ada 109 yang terpaksa libur
akibat terpapar kabut asap.

Kasi PD Pontren Kemenag Kota
Pekanbaru, Abdul Wahid mengatakan, sebagian ada yang sakit, sebagian
lain ada yang diizinkan pulang. "Untuk santriwati yang terdampak asap
saat ini sudah menghabiskan 12 tabung oksigen," kata Abdul, Senin
(9/9/2019).

Sebelumnya, proses belajar mengajar dihentikan,
santri masih sempat belajar dengan memperpendek waktu jam pembelajaran.
Namun melihat situasi kabut asap yang makin tebal, Ponpes yang berada di
Jalan Melur Indah Nomor 23, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya,
akhirnya memutuskan meliburkan santriwati.

"Dapat informasi,
langsung cek kondisi santri di sana. Tadi lihat kondisi santri yang
dirawat di kamar saat menggunakan tabung oksigen," ungkapnya.

Data
santriwati yang tidak hadir karena terpapar ISPA terbanyak di kelas
tiga, yaitu 27 santriwati. Di kelas enam sebanyak 25 santriwati, kelas
lima 19 santriwati, kelas dua 18 santriwati, kelas satu 13 santriwati
dan kelas empat ada tujuh santriwati.

"Kepada pihak Diskes untuk dapat mengunjungi pesantren-pesantren untuk memberikan bantuan masker," kata dia.

Ia
berharap Diskes bisa memberikan sosialisasi kepada pesantren, santri
maupun orangtua terkait cara penanggulangan jika terpapar asap. "Kalau
bisa Diskes datang memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah, Ponpes.
Karena mereka banyak yang tidak tahu harus mengadu kemana," jelasnya.

Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Diskes Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan akan
segera berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Tenayan Raya. Kata dia, sebaiknya pimpinan Ponpes berkoordinasi dengan
Puskesmas Tenayan Raya.

"Nanti kami siap bantu pelayanan," kata Amin.

Selain
dari Ponpes, pihaknya belum ada menerima laporan lainnya terkait siswa
yang terpapar ISPA. Meski begitu, jika diperlukan pihaknya siap membantu
dan memberikan pelayanan kepada pasien.

"Untuk pendidikan belum ada yang masuk. Kami siap membantu," kata dia.


Berita Terkait :