Remaja Pria Tewas Tergantung,
Remaja Pria Tewas Tergantung, Anehnya Kaki Sentuh Tanah dan Celananya Ada Bercak Darah

Selasa, 10 September 2019 - 15:54:18 WIB


Wartariau.com SELATPANJANG
- Seorang pemuda ditemukan tewas tergantung di bawah pohon karet dengan
seutas tali di kebun milik warga, tepatnya di Kecamatan Rangsang
Pesisir, Selasa (10/9/2019).

Korban tewas tergantung dengan tali
tambang menggunakan baju sweater dengan tutup kepala dan mengenakan
celana jeans dan di sampingnya terdapat sebuah tas berwarna hitam.

Belum
diketahui pasti kronologis kejadiannya. Pihak Kepolisian sampai saat
ini belum memberikan keterangan resmi. Namun Kejadian tersebut
dibenarkan langsung oleh Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek SH MH
melalui Kapolsek Rangsang Iptu Djoni Rekmamora.

"Iya betul, untuk laporannya nanti dulu, anggota masih di lapangan," kata Djoni.

Sementara
itu Sekretaris Camat Rangsang Pesisir, Masnawi yang berada di lapangan
ketika dikonfirmasi juga membenarkan kejadian tersebut.

"Pada
pukul 06.00 WIB tadi pagi saya dihubungi oleh warga yang sekaligus Kasi
Pelayanan Pak Ahmadi, dia mengabarkan ada warga yang meninggal
tergantung di pohon karet. Saya dan Pak Camat yang kebetulan tidur di
kantor langsung bergegas menuju lokasi. Sampainya di sana masyarakat
sudah ramai. Langsung saya perintahkan Kasi Pelayanan untuk menghubungi
pihak kepolisian dan Babinsa," ujar Masnawi.

Dikatakan Masnawi,
pria tewas tersebut akrab disapa dengan panggilan Jn berumur 17 tahun.
Untuk penyebabnya pun belum diketahui secara pasti. Namun banyak
kejanggalan yang ditemukan dari kematian pemuda tersebut. Keanehan yang
ditemukan dimana tewasnya pemuda itu dengan kondisi kaki yang menyentuh
tanah, selain itu juga ditemukan bercak darah di bagian belakang celana
korban.

"Pemuda tersebut panggilan sehari- harinya diketahui
bernama Jn. Penyebabnya belum tahu, faktanya memang tergantung, tapi
kalau ditengok-tengok seolah-olah tidak wajar, tapi biarlah polisi yang
menentukan. Keluarganya belum bisa dihubungi, tadi ibunya berteriak
histeris," kata Masnawi.


Berita Terkait :