BPBD dan Dinkes Rohul Bagikan Masker Gratis,
Asap Mulai Pekat, BPBD dan Dinkes Rohul Bagikan Masker Gratis, Sekolah Diliburkan

Selasa, 10 September 2019 - 20:49:18 WIB


Wartariau.com PASIR PANGARAIAN -
Akibat kabut asap dampak kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) dari
kabupaten tetangga, kini sejumlah wilayah di Rohul kini mulai tampak
pekat dan mengkhawatirkan di Kabupaten Rohul. Jarak pandang di beberapa
kecamatan juga terbatas.

Dampak buruk asap Karlahut di Rohul
bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat, terutama penyakit infeksi
saluran pernafasan akut (ISPA), namun juga sebabkan sekolah terpaksa
meliburkan‎ aktivitas belajar mengajar selama dua hari, mulai hari ini
Selasa (10/9/2019) sampai Rabu (11/9/2019).

Upaya mengantisipasi
dampak buruk kabut asap semakin meluas, Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul‎ bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul
membagikan masker gratis ke pengendara, Selasa.

Diakui Kepala
BPBD Rohul H. Zulkifli Said mengatakan ada sekitar 6.000 helai masker
(120 kotak) yang akan dibagikan instansinya bersama Dinkes Rohul ke
masyarakat, terutama para pengendara.

Zulkifli juga mengaku
pembangian masker rencananya akan dilaksanakan di dua titik, yaitu di
Taman Kota Pasirpangaraian, dan menyusul pembagian masker di depan
Masjid Agung Islamic‎ Center Pasir Pangaraian

Untuk pembagian
masker di Taman Kota Pasirpangaraian, Senin siang,‎ kata Zulkifli,
melibatkan petugas BPBD Rohul, Dinkes Rohuk, PMI Rohul dan mahasiswa
Universitas Pasir Pangaraian atau UPP.

"Hari ini baru satu titik.
Rencana ada dua titik, termasuk di depan Islamic Center," jelas
Zulkifli Said di sela pembagian masker di Taman Kota Pasir Pangaraian,
Senin siang.

Zulkifli juga mengaku, kadar kabut asap Karlahut di
Kabupaten Rohul belum diketahui, pasalnya Rohul sendiri belum alat ukur
kualitas udara sampai saat ini.

"'Kondisi (kabut asap) di Rohul
kita nggak tahu, cuma yang jelas surat edaran Gubernur ini sudah tingkat
membahayakan (kesehatan), dan sampai hari ini sudah meliburkan anak
sekolah‎, khusus anak sekolah dasar dan SMP di Rohuk," ucapnya.

Zulkifli
menuturkan,libur‎ sekolah untuk pelajar mulai tingkat PAUD, TK, SD
sampai SMP se-Kabupaten Rohuk sesuai surat edaran Dinkes Rohul Nomor:
421/ DPPO-Set/ 4128/ 2019, tanggal 9 September 2019, tentang
pemberitahuan libur sekolah selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu.

Sambung
Zulkifli, untuk jarak pandang di Pasirpangaraian dan sekitarnya masih
normal, namun di Kecamatan Bonai Darussalam dan Kota Lama Kecamatan
Kepenuhan jarak pandang sekitar 150 meter.

"Karena kecamatan itu
dekat dengan titik api disana mungkin kita nggak tahu‎," kata Zulkifli,
dan mengaku untuk hari ini titik api di Rohul masih nihil.

‎Sedangkan
menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Rohul, Nana Sumpena,
mengatakan jumlah penderita ISPA belum diterima seluruhnya dari 21
Puskesmas yang ada di Kabupaten Rohuk, terutama Puskesmas yang dekat
dengan titik api Karlahut.

Secara umum ucap Nana, kabut asap di
Kabupaten Rohul masih dalam kategori belum bahaya, masih dalam tahap
pencegahan, tidak seperti di Kota Pekanbaru yang sudah banyak terserang
ISPA.

Penderita ISPA di Kabupaten Rohul diakui Nana, bisa
dikarenakan dampak kabut asap Karlahut, dan debu dampak pembangunan
jalan yang menggunakan pasir batu atau Sirtu.

‎"Sekarang lebih
banyak dari asap," tambah Nana, dan mengaku Dinkes Rohul juga akan
bagikan 10 ribu helai masker di setiap Puskesmas, namun sejauh ini
masing-masing Puskesmas baru menerima 4.000 helai masker.

Diakuinya,
untuk penderita ISPA dampak Karlahut bisa berobat gratis di Puskesmas,
terutama bagi masyarakat Rohul dibuktikan dengan kartu keluarga (KK),
atau bisa pakai kartu BPJS, KIS, BPJS Ketenagakerjaan.

Selain
itu, menghindari terserang ISPA dampak Karlahut, Nana mengimbau
masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama musim kabut
asap. Bila memang harus keluar rumah diminta harus memakai masker.


Berita Terkait :