Pekerja PT IKPP Tewas Dengan Kondisinya Tak Berbentuk
Tergiling Mesin, Pekerja PT IKPP Tewas Dengan Kondisinya Tak Berbentuk

Rabu, 11 Desember 2019 - 22:00:03 WIB


Wartariau.com PEKANBARU,  - Marlis (51), tewas dalam kondisi mengenaskan setelah tergiling mesin penghancur kayu milik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang. 

Jasad Marlis, ditemukan dalam kondisi hancur dan tidak berbentuk, yang tinggal hanya besi sepatu safety, helm dan pakaian yang digunakannya terlihat utuh.

"Saat ditemukan, itu kondisinya sudah hancur akibat tersedot mesin penghancur kulit kayu. Sebab, mesin saat itu terus bekerja," kata Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga kepada riaueditor, Rabu (11/12).

Potongan tubuh korban yang sudah tidak utuh lagi ditemukan pada Selasa (10/12) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

PT IKPP tempat Marlis bekerja adalah pabrik kertas yang berlokasi diwilayah Perawang Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Di pabrik tersebut terdapat mesin untuk menghancurkan kayu sebelum menjadi bubur kertas. 

Berawal pada Senin (9/12) sekitar pukul 23.00 WIB, korban bersama teman-temannya, Maridut, Jon Japri dan Syafrizal sif malam. Pekerjaan dan posisi korban di bagian mesin metal atau benda-benda asing/batu.

Sekitr pukul 02.00 WIB, Syafrizal tidak melihat korban. Dia langsung menghubungi kepala sif yaitu Jon Japri.

Waktu itu rekan kerjanya sempat mencari keberadaan korban yang sempat hilang beberapa jam.

"Korban saat itu tak nampak," ujar Dedek menirukan ucapan Syafrizal.
 
Selanjutnya Jon meminta kepada Syafrizal agar matikan mesin dan melakukan pencarian di areal WP 2. Usai dilakukan pencarian sekitar 30 menit, korban tidak ditemukan juga.
 
"Lalu Jon menghubungi Gatot, selaku pimpinan seksi dan memberitahukan bahwa korban tidak nampak (hilang) di tempat bekerja. Gatot kemudian menyuruh Jon dan Syafrizal agar mencari korban sampai dapat," jelas Dedek.

Setelah itu Jon juga menghubungi kepala divisi yaitu Isrul, dan melaporkan hal yang sama. Kemudian Isrul meminta kepada Jon untuk menghubungi security dan kepolisian. 

"Pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Syafrizal menemukan helm berwarna kuning di tempat pembuangan sampah mesin tempat korban bekerja," jelasnya.
 
Tak hanya helm, para saksi juga menemukan besi sepatu safety, baju yang sudah tidah utuh lagi, dan dilihat ada percikan darah.

Di posisi sampah kulit kayu, mereka juga menemukan diduga kulit bagian perut, bagian tubuh yang sudah tidak utuh.
 
"Selanjutnya pihak perusahaan melaporkan kejadian itu ke Polsek Tualang dan Polres Siak. Petugas yang mendapat laporan langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP, dan mengevakuasi jenazah korban," jelas Dedek Prayoga. 


Berita Terkait :