Wartariau.com Seorang dokter spesialis paru yang dirawat di Rumah Sakit Umu">

Dokter Spesialis Paru Yang Menjadi Pasien PDP Virus Corona Meninggal
Dokter Spesialis Paru Yang Menjadi Pasien PDP Virus Corona di RS Adam Malik Medan Meninggal Dunia

Sabtu, 21 Maret 2020 - 07:53:45 WIB


Wartariau.com Seorang dokter spesialis paru yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam malik, Medan meninggal dunia, Selasa (17/3/2020).

Ia menjalani perawatan dengan status sebagai Pasien Dalam pengawasan (PDP) Virus Corona.

Informasi yang berhasil dihimpun tri bun-medan.com pada Selasa malam, meninggalnya pasein PDP itu dibenarkan oleh PC Tim PINERE  (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging) RSUP H Adam Malik, dr Ade Rahmaini SpP.

"Benar, selebihnya besok, ya," ucapnya saat dikonfirmasi tri bun-medan.com melalui pesan WhatsApp.

 Terkait isolasi sebelumnya, Ade menuturkan bahwa pasien tersebut sudah diisolasi sejak 14 Maret 2020 kemarin.

"Masuknya tanggal 14 Maret," katanya kembali.   

Disinggung soal pemulangan jenazah, pihaknya menjelaskan bahwa hal ini masih dalam proses.

"Pemulangan jenazah masih on proses," ungkapnya.

Informasi lain yang didapat, prosedur penyerahan jasad kepada keluarga nantinya akan langsung dilakukan oleh pihak RSUP H Adam Malik.

"Jasadnya saat ini sudah kita (RSUP Adam Malik) masukkan ke peti

Nanti kita yang menghubungi pihak keluarga," jelas Ade.

Meninggalnya PDP Corona di RSUP Adam Malik ini merupakan yang pertama kali.

Sebelumnya Kassubag Humas RSUP Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan ada dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus Corona atau Covid-19 di RSUP Adam Malik Medan, dinyatakan negatif dari Virus Corona, Selasa (17/3/2020).

Dengan demikian maka tersisa 8 pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

Rosario Dorothy menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pasien positif Virus Corona di rumah sakit tersebut.

Ia mengatakan saat ini Orang Dalam Pengawasan (ODP) terkait Covid-19 di RSUP Adam Malik Medan berjumlah 22 orang.

"Update jumlah pasien terkait Covid-19 yang dirawat per 17 Maret 2020 jam 12.00 WIB, pasien ODP ada 22, PDP saat ini yang dirawat 8 orang. PDP yang pulang (negatif) ada 2 orang dan positif Corona nihil," tuturnya kepada Tri bun-Medan.com lewat pesan WhatsApp.

Terpisah, dr Restuti Hidayani Saragih dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sumut, mengungkapkan kemungkinan puluhan orang di Sumut akan diobservasi dan dirawat di ruang isolasi.

Restuti, yang juga Tim Pinere RSUP Adam Malik, menyebutkan ada sekitar 75 orang yang kemungkinan besar dirawat di ruang isolasi dalam rangka upaya pencegahan virus Corona.

Ke-75 orang itu berasal dari seluruh wilayah Sumut.

"Besar kemungkinan ya karena kan saya tidak melihat satu persatu. Besar kemungkinan seharusnya diobservasi dan dirawat di ruang isolasi," ujar Restuti usai rapat koordinasi pencegahan penularan virus corona di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (17/03/2020).

Restuti Saragih mengatakan data 75 orang itu sifatnya row data atau data kasar.

"Saya nggak berani memastikan angka pastinya karena kan ini datanya ada di Satgas.

Ini himpunan dari pagi ya sampai dengan pagi ini," sebut Restuti.

Dia mengatakan RSUP Adam Malik tidak dapat menampung 75 orang itu.

Namun, ia mengaskan, bahwa rumah sakit milik Kemenkes itu tidak menolak melayani isolasi 75 orang tersebut.

Ia mengatakan, di RSUP Adam Malik terdapat 11 ruang isolasi. Ruang isolasi di sana, kata Restuti, sudah full.

Karena itulah, 75 orang itu akan diisolasi di sejumlah rumah sakit sakit lainnya yang sudah menyiapkan ruangan isolasi.

Data per Selasa 172 Kasus Positif Corona

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa hingga Selasa (17/3/2020) ada 172 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19 di Tanah Air.

Dengan demikian, jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020) sore.

"Total ada 172 kasus, kasus meninggal tetap lima orang," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam.

"Sehingga sampai tanggal 15 (Maret 2020) ada 146 kasus," ucapnya.

Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan. Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus.

Penambahan jumlah kasus itu merupakan pasien yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.

Akan tetapi, dia tidak menyebutkan jumlah pasien secara spesifik di setiap provinsi.

"Terbanyak berasal Provinsi DKI Jakarta, kemudian Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau," ucapnya.

Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan 6 kasus.

"Sehingga total ada 172 kasus," ucap Achmad Yurianto.

 Yuri memperbarui data kasus pasien yang meninggal setelah terpapar virus corona atau Covid-19 menjadi tujuh orang.

"Tujuh (yang meninggal)," kata juru bicara pemerintah untuk penganan virus corona Achmad Yurianto saat dihubungi, Selasa (17/3/2020) malam.

Menurut dia, ada tambahan dua pasien yang meninggal sehingga jumlahnya kini menjadi tujuh orang.

Yakni yang meninggal di RSUD Kariadi Semarang dan satu kasus lain yang tak dirinci Yurianto.



Berita Terkait :