Wartariau.com Kesan bahwa perempuan sering berlama-lama saat berbelanja sebenarnya bukan hal baru...">

Walikota Osaka: Laki-laki Saja Yang Berbelanja Ambil Dan Pergi, Kalau Perempuan Suka Lama
Hindari Kontak Saat Pandemik, Walikota Osaka: Laki-laki Saja Yang Berbelanja Ambil Dan Pergi, Kalau

Sabtu, 25 April 2020 - 12:29:40 WIB


Wartariau.com Kesan bahwa perempuan sering berlama-lama saat berbelanja sebenarnya bukan hal baru. Namun, Walikota Osaka dikecam netizen akibat pernyataannya bahwa perempuan suka berlama-lama di tempat belanja.


Beberapa waktu lalu, Walikota Ichiro Matsui mengatakan sebaiknya kaum pria saja yang berbelanja kebutuhan sehari-hari selama pandemik ini, karena perempuan butuh waktu terlalu lama dan hanya menambah ramai pusat perbelanjaan.


"Perempuan butuh waktu lebih lama saat belanja karena mereka menelusuri sekitar, lalu membanding-bandingkan dengan ragu berbagai produk lalu menimbang mana opsi yang terbaik," kata Matsui dalam jumpa pers Kamis, terkait virus corona, seperti dikutip dari AFP yang menulis ulang dari kantor berita Kyodo, Jumat (24/4).


"Kalau laki-laki, dia dengan cepat mengambil barang yang perintahkan, lalu pergi. Mereka tidak akan keluyuran di supermarket. Jadi, saya kira baiknya laki-laki saja yang pergi berbelanja, itu bisa menghindari kontak antarmanusia," ujar Matsui.


Pernyataannya itu memicu kecaman di media sosial. Salah satunya mengatakan wali kota sendiri mungkin tidak pernah belanja di supermarket untuk keluarganya.


Netizen lainnya menganggap, Matsui menyamakan semua perempuan. Padahal ada juga laki-laki yang suka berlama-lama ketika belanja.


Sementara, jurnalis senior Shoko Egawa bercuit: “Orang yang tidak tahu kehidupan sehari-hari sebaiknya tidak berkomentar.”


Tetapi ada juga netizen yang setuju dengan pandangan Matsui dan mengakuinya. Katanya, itu karena perempuan perlu mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk apakah ini tidak lebih mahal dan sebagainya.


Untuk wanita paruh baya, bisa saja berlama-lama di pusat perbelanjaan sebab kadang mereka berbelanja bersama dengan temannya atau bertemu seseorang, lalu mengobrol.


"Itu benar. Khususnya para perempuan lansia yang selalu mengobrol, tidak peduli tentang belanjaan mereka," ujar seorang netizen di Twitter.


Matsui sendiri telah mengatakan bahwa mungkin saja sarannya itu tak didengar, namun dia sudah menerapkan aturan itu di keluarganya.


Sekitar 51 persen populasi di Jepang adalah perempuan. Menurut indeks kesenjangan gender dari World Economic Forum (WEF), peringkat Jepang sangat rendah yaitu 110 dari 149 negara.


Walau Jepang memiliki banyak perempuan berpendidikan tinggi, namun, sedikit sekali peran perempuan Jepang di pemerintahan dan politik. 


    



Berita Terkait :