Wartariau.com PEKANBARU Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus,ST, MT. didampingi Wakil Walikota Ayat Cahyadi, S.Si beserta Forkopimda, OPD dan Camat Marpoyan Damai launching memberikan tanda beberapa rumah penerima bantuan P">

Advertorial Pemko Pekanbaru
Wako : Camat, Lurah serta RW dan RT agar mengkoordinir Bansos.

Selasa, 12 Mei 2020 - 13:47:09 WIB


Wartariau.com PEKANBARU Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus,ST, MT. didampingi Wakil Walikota Ayat Cahyadi, S.Si beserta Forkopimda, OPD dan Camat Marpoyan Damai launching memberikan tanda beberapa rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di jalan Inpres Kecamatan Marpoyan Damai, Kelurahan Maharatu, Rabu (6/5/2020).



Foto.  Walikota Pekanbaru Firdaus. ST, MT bersama kepala Dinas Sosial Chairani memberI tanda disalah  satu rumah penerima Bansos PKH



Semua warga yang menerima bantuan pemerintah apapun jenisnya, rumahnya akan diberi tulisan tersebut sehingga tidak ada lagi tumpang tindih pemberian bantuan, kata Firdaus, didampingi Waki Wali Kota Ayat Cahyadi juga saat peluncuran pemberian tanda.



Pemberian tanda agar tidak terjadi tumpang tindih pemberian bansos kepada masyarakat ke depan," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus di Pekanbaru.



Selanjutnya rumah bertuliskan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan" itu akan dikoordinir oleh camat, lurah hingga RW/RT diwilayah masing-masing.



Nantinya di bawah tulisan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan" itu akan ada tulisan yang menjadi perbedaan penerima bansos, antara PKH, BLT, PTNP, BLT Covid-19.



Sementara itu, salah satu keluarga penerima PKHdi Jalan Inpres Gang Ikhlas 2, Kecamatan Marpoyan Damai, Sunarto (38) dan istrinya Atika (36), mengaku tidak keberatan rumahnya ditandai cat merah bertuliskan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan PKH".





"Memang kami sudah dua tahun ini dapat bantuan PKH," kata Atika.Ia dan sang suami hidup mengandalkan bertani sayuran bayam, kangkung, sawi di lahan yang disewa.



"Penghasilan kami cukup makan, sehari bisa panen 200 ikat sayur yang dihargai Rp 400-800 per ikat, itu kotor karena harus bayar sewa Rp50.000 sebulan, bayar pupuk, bibit dan sebagainya," katanya.



Foto.  Camat Marpoyan Damai Junaedy, S.Sos, M.Si bersama Dinas Sosial memberi tanda di salah satu rumah penerima bansos PKH



Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru Chairani mengatakan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan pihaknya menemukan penurunan jumlah penerima bantuan PKH untuk Kota Pekanbaru.





"Verifikasi yang kita lakukan setiap tahun bahwa, trennya ada penurunan data PKH, dari tahun 2018 sebanyak 14.222 penerima, menjadi 13.197 di tahun 2019," sebutnya.





Lebih lanjut disampaikannya, besaran bantuan PKH yang diterima masing-masing masyarakat kurang mampu berbeda-beda. Hal tersebut tergantung kebutuhan penerima dari hasil verifikasi yang dilakukan tim di lapangan.





"Beda beda indikatornya, seperti jumlah keluarga yang bersekolah ada berapa, ada gak yang hamil, orang lanjut usia, difabel, memiliki anak bayi, dan lain sebagainya."***(ps) ADV/ Humas Pemko Pekanbaru



Berita Terkait :